Kata Istana soal Prabowo Minta Kampus Tak Jadi Tempat Adu Pertentangan

- Wamensesneg Juri Ardiantoro menegaskan Presiden Prabowo menghargai kebebasan akademik di kampus, namun kebebasan itu harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan sesuai nilai-nilai akademik.
- Dalam Sarasehan Kebangsaan, Prabowo menyebut perbedaan pandangan di kampus wajar, tetapi menekankan agar adu gagasan dilakukan lewat riset, inovasi, dan filosofi, bukan pertentangan politik.
- Prabowo meminta perguruan tinggi fokus mengembangkan sains dan teknologi agar hasil risetnya memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang turut membiayai lembaga pendidikan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menjelaskan maksud Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kebebasan perguruan tinggi berada pada akademik. Menurutnya, hal tersebut yang harus dipahami oleh perguruan tinggi.
"Presiden selalu menyampaikan bahwa kampus memiliki kebebasan akademik dan semua orang juga tahu tidak perlu dibantah dan Presiden sangat paham dan menghargai kebebasan akademik di kampus," ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2026).
1. Kebebasan akademik harus bisa dipertanggungjawabkan

Juri mengatakan, kebebasan akademik harus bisa dipertanggungjawabkan. Apabila hal itu bisa dilakukan, kata Juri, boleh saja.
"Oleh karena itu penekanannya adalah kebebasan akademik, jadi sepanjang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik maka kebebasan di kampus itu sah dan boleh-boleh saja," ucap dia.
"Masalahnya adalah apakah kebebasan-kebebasan yang dipergunakan oleh banyak kalangan di kampus mencerminkan kebebasan akademik atau di luar hal-hal yang sama sekali tidak berdasarkan pada nilai-nilai akademik. Nah, itu yang menjadi catatan," sambungnya.
2. Prabowo mulanya menyampaikan tak masalah bila terjadi perbedaan

Sebelumnya, Presiden Prabowo menghadiri Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia, di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).
Dalam acara tersebut, Prabowo mulanya menyampaikan tidak masalah apabila setiap anak bangsa memiliki perbedaan pandangan satu sama lain. Meski demikian, Prabowo menegaskan setiap perguruan tinggi seharusnya bisa beradu gagasan pada riset dan inovasi.
“Saya kemarin sampaikan, kita berbeda pandangan tidak ada masalah. Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu, adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi,” ujar Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan itu mengatakan, perguruan tinggi memang diberikan kebebasan akademis. Tapi, Prabowo meminta hal itu tidak digunakan sebagai tempat adu pertentangan.
“Di situ disebut bahwa kampus punya academic freedom. Academic freedom, kebebasan akademis, bukan kebebasan yang lain-lain, apalagi kampus menjadi tempat pemikiran-pemikiran atau tempat katakanlah pertentangan. Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi,” ucap dia.
3. Kampus diminta fokus geluti sains dan teknologi

Prabowo kemudian meminta kampus untuk menjadi tempat yang fokus dalam sains dan teknologi. Sehingga, manfaat riset dan teknologinya bisa dirasakan oleh masyarakat.
"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfnaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan," kata dia.


















