Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polri Temukan Tumpukan Dolar Amerika dan Singapura saat Geledah Kafe de'Clan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat penggeledahan Kafe de'Clan di Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah kafe de’Clan serta Point Money Changer di Jakarta Selatan dan menemukan tumpukan uang dolar AS dan Singapura di dalam brankas tersembunyi.
  • Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari investigasi gabungan kasus korupsi dan pencucian uang terkait pengadaan batu bara PLTU, kasus Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
  • Penyidik menyebut penggeledahan di delapan lokasi bertujuan mencari alat bukti tambahan atas dugaan tindak pidana korupsi, TPPU, dan suap yang melibatkan sejumlah penyelenggara negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2018–2026

Periode kasus korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU yang menjadi salah satu fokus penyelidikan gabungan Polri dan Polda Metro Jaya.

2020–2025

Periode kasus Asabri serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang turut diselidiki dalam joint investigation.

8 Juli 2026

Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah kafe de’Clan dan Point Money Changer di Jakarta Selatan, menemukan tumpukan uang dolar AS dan Singapura beserta dokumen di dalam brankas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polri menemukan tumpukan uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura saat melakukan penggeledahan di kafe de’Clan dan Point Money Changer di Jakarta Selatan.
  • Who?
    Tim gabungan Kortastipidkor Polri, Polda Metro Jaya, Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto, Kakortastipidkor Irjen Pol Totok Suharyanto, serta Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Victor Dean Macbon.
  • Where?
    Penggeledahan dilakukan di kafe de’Clan dan Point Money Changer yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan.
  • When?
    Kegiatan penggeledahan berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026.
  • Why?
    Tindakan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait proyek batu bara PLTU, kasus Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
  • How?
    Penyidik membuka brankas tersembunyi di lantai dua kafe de’Clan dan menemukan uang asing serta dokumen. Penghitungan jumlah uang masih berlangsung sambil menunggu hasil investigasi lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polisi pergi ke kafe di Jakarta dan menemukan banyak uang dolar dari Amerika dan Singapura. Uangnya disimpan di dalam kotak besi besar di lantai dua. Ada juga kertas penting di sana. Polisi bilang mereka sedang mencari bukti soal kasus korupsi dan pencucian uang. Sekarang polisi masih menghitung uangnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penggeledahan yang dilakukan Polri di kafe de’Clan dan Point Money Changer menunjukkan keseriusan aparat dalam menegakkan hukum terhadap dugaan korupsi dan pencucian uang. Kolaborasi antara Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya mencerminkan koordinasi yang kuat, sementara temuan uang asing dan dokumen penting menjadi bukti nyata kemajuan proses investigasi yang transparan dan terukur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor Polri) bersama Polda Metro Jaya menggeledah kafe de’Clan dan Point Money Changer di Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, penyidik menemukan tumpukan uang tunai asing.

“Temuan uang dolar AS termasuk Singapura dolar. Ini masih dalam proses penghitungan. Setelah proses penggeledahan dilakukan,” ujar Budi di lokasi penggeledahan.

Budi menjelaskan, pecahan mata uang asing itu ditemukan di dalam brankas yang ditemukan di balik etalase lantai dua kafe de’Clan. Selain uang, di dalam brankas juga ditemukan beberapa dokumen.

“Ada suatu brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis,” kata Budi.

Kakortastipidkor, Irjen Pol Totok Suharyanto, mengatakan, pihaknya bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan investigasi gabungan dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang dalam kasus korupsi pengadaan batu bara untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) periode 2018-2026, kasus Asabri tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian hutang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025.

“Di antaranya salah satu proses penyidikan, kita saat ini melaksanakan penggeledahan di beberapa tempat,” ujar Totok di lokasi penggeledahan.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Victor Dean Macbon, menjelaskan, dalam joint investigation ini pihaknya berangkat dari dua laporan polisi, yakni dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta dugaan tindak pidana suap.

Laporan polisi pertama terkait korupsi dan atau TPPU dalam proses penanganan hukum oleh penyelenggara negara dalam perkara PT Asabri (Persero) dan atau Asuransi Jiwasraya yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada 2020 sampai 2025.

Kedua, dugaan tindak pidana korupsi dan atau TPPU dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI oleh penyelenggara negara yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada 2020 sampai 2025.

“Langkah-langkah yang kami lakukan pada hari ini, kami melakukan upaya di dalam pemenuhan alat bukti di kira-kira delapan lokasi yang kami lakukan penggeledahan. Yang mana di hadapan rekan-rekan hari ini kami melakukan di dua titik, yaitu kafe de'Clan dan juga Point Money Changer,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article