Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Absen di Acara Buka Puasa Demokrat, AHY Doakan Lekas Pulih
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah (dok. BPMI Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto batal hadir di acara buka puasa Partai Demokrat karena kondisi kesehatan, dan kehadirannya diwakili oleh Menlu sekaligus Sekjen Gerindra, Sugiono.
  • Ketum Demokrat AHY memahami padatnya agenda Prabowo usai lawatan luar negeri serta mendoakan agar Presiden segera pulih dan kembali beraktivitas dengan energi penuh.
  • AHY menyoroti konflik Timur Tengah yang memanas dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mencegah eskalasi global melalui koordinasi lintas tokoh nasional di Istana Kepresidenan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto tidak hadir di acara buka puasa yang diadakan oleh Partai Demokrat di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026). Padahal, semula Prabowo sudah menyampaikan di dalam pertemuan dengan para mantan presiden di Istana Kepresidenan pada Selasa (3/3/2026) malam, ia akan hadir dalam kegiatan buka puasa Partai Demokrat.

Ketika IDN Times tiba di lokasi, sudah tampak tim pendahulu dan pasukan pengamanan presiden. Bahkan alat pendeteksi logam dan senjata tajam sudah dipasang. Namun jelang waktu berbuka puasa, pembawa acara menyampaikan Prabowo urung hadir. Pembawa acara menyebut Prabowo menitipkan permohonan maaf karena absen dalam agenda tersebut.

"Kami perlu sampaikan bahwa ada pesan dari Bapak Presiden. Beliau menyampaikan permohonan maaf tidak dapat hadir yang sedianya sudah dijadwalkan akan hadir di Partai Demokrat, karena belum memungkinkan dan membutuhkan istirahat," ujar pembawa acara di area ballroom Hotel Fairmont.

Meski begitu, kehadiran Prabowo diwakili oleh Menteri Luar Negeri dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono.

1. AHY ucapkan doa agar Prabowo lekas pulih

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di acara buka puasa Ramadan 2026. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, di dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku memahami kondisi Prabowo saat ini, yang disibukan dengan berbagai agenda. Apalagi situasi di Timur Tengah yang kembali diliputi peperangan turut berdampak bagi Indonesia. Di sisi lain, Prabowo baru saja kembali dari lawatan luar negeri selama hampir dua pekan.

"Kami sangat memahami, tadi malam luar biasa Beliau berapi-api sampai jam 23.30 malam. Ketika itu Beliau sudah menyampaikan akan hadir acara buka puasa Partai Demokrat ini, tapi kami sangat memahami Beliau juga belum lama baru kembali dari perjalanan panjang, menjalankan tugas-tugas di luar negeri bersama Pak Menko tentu membutuhkan waktu untuk recover,” ujar pria yang akrab disapa AHY itu.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Kabinet Merah Putih itu pun menyampaikan doa agar Prabowo segera pulih, dan dapat kembali beraktivitas dengan kondisi prima.

"Kami mendoakan semoga Beliau segera pulih, sehat dan terus bisa memimpin kita semua dengan energi yang penuh. Sekali lagi salam dan doa terbaik dari keluarga besar Partai Demokrat untuk Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata dia.

Selain Sugiono, di acara buka puasa Partai Demokrat, tampak pula Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa menteri dari Partai Demokrat dan Ketua DPR, Puan Maharani.

2. Prabowo panggil sejumlah menteri untuk antisipasi Lebaran dan Nyepi

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelum kegiatan acara buka puasa dengan Partai Demokrat, Prabowo memanggil sejumlah menteri untuk hadir di rapat terbatas. Sejumlah menteri yang merapat di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hingga Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Bahlil mengungkap, rapat yang digelar di Istana kemungkinan membahas soal Hari Raya Idul Fitri "(Pembahasan ratas) sekedar gambaran bahwa tidak akan jauh-jauh dari persoalan energi, persoalan pangan, dan kesiapan kita dalam menyonsong Hari Raya Idul Fitri," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pembahasan soal kesediaan sembako, energi, gas elpigi, dan kesiapan lainnya terkait dengan ekonomi nasional. Sementara, Zulhas mengatakan akan melaporkan perkembangan dan mengenai hasil sidak pangan yang dilakukannya di berbagai daerah.

"Ya lapor dulu deh nanti ya. Ya saya kan ditugaskan Bapak seminggu tiga hari ngecek ke lapangan, ketersediaan pangan, MBG, operasi desa, kampung nelayan," katanya.

Selanjutnya, Menag Nasaruddin mengaku akan melaporkan soal Nuzulul Qur'an ke Prabowo. "Belum, belum dijelaskan. Kita mau melaporkan Nuzulul Qur'an aja," tutur dia.

3. AHY tak ingin konflik di Timur Tengah meluas jadi perang dunia ke-3

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono saat merayakan Imlek di Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Di sisi lain, AHY di dalam sambutannya mengatakan, tak ingin konflik di Timur Tengah meluas hingga terjadi perang dunia ke-3. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia, kata AHY, akan berupaya untuk mencegah hal tersebut.

Salah satu cara yang ditempuh, kata AHY, dengan mengumpulkan mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri dan para ketua umum partai politik di Istana Kepresidenan pada Selasa malam (3/3/2026). Presiden Prabowo Subianto menggunakan forum itu untuk membahas berbagai kemungkinan yang dapat terjadi usai pecah agresi Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

"Pertemuan pada Selasa malam membahas berbagai kemungkinan skenario terburuk, worst case scenario. Tentunya berbagai dampak strategis baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kawasan kita dan Indonesia khususnya," ujar AHY.

Ia mengatakan, Indonesia harus sudah menyiapkan diri untuk mengantisipasi dan memitigasi berbagai risiko di bidang ketahanan energi, ekonomi dan pangan. Pada forum itu, AHY turut mengapresiasi berbagai upaya Prabowo untuk mencari solusi terbaik bagi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia.

Editorial Team