Prabowo Bertemu Sjafrie dan Dasco di Istana Bahas Dinamika Geopolitik

- Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana bersama pimpinan MPR, DPR, dan sejumlah menteri untuk membahas isu publik menjelang Idul Fitri serta dinamika geopolitik terkini.
- Rapat menyoroti kesiapan pasokan pangan, stabilitas energi, serta keamanan nasional, dengan penekanan pada koordinasi antara eksekutif dan legislatif demi pelayanan publik yang optimal.
- Prabowo menegaskan pentingnya soliditas nasional dan sinergi kebangsaan, termasuk melalui dialog dengan mantan presiden serta tokoh bangsa guna menjaga persatuan Indonesia di tengah situasi global yang dinamis.
Jakarta, IDN Times - Prabowo Subianto melakukan rapat terbatas bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026). Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut hadir dalam rapat tersebut.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan, rapat tersebut bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat melalui perwakilan parlemen terkait sejumlah isu, khususnya menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri. Ini bagian dari koordinasi antara lembaga eksekutif dan legislatif.
“Pada siang hari ini, Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, didampingi beberapa Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu 4 Maret 2026,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
1. Teddy sampaikan isi rapat

Pembahasan dalam rapat tersebut mencakup kesiapan teknis pelayanan publik serta analisis mendalam mengenai kondisi keamanan. Teddy merinci topik pembicaraan, meliputi ketersediaan kebutuhan pokok hingga stabilitas kawasan.
“Dalam pembicaraan tersebut Bapak Presiden menerima aspirasi dari DPR melalui Wakil Ketua DPR terkait isu-isu terbaru di masyarakat, antara lain kesiapan pasokan dan harga bahan pangan pelaksanaan stimulus ekonomi, ketersediaan cadangan minyak dan gas LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta isu terkait situasi geopolitik di dalam dan luar negeri,” kata Teddy.
2. Prabowo berpesan adanya soliditas nasional

Secara terpisah, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan, Presiden Prabowo berpesan mengenai pentingnya soliditas nasional. Prabowo menilai, persatuan merupakan fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian situasi dunia.
“Pesan khusus dari Presiden supaya kita semua, bangsa Indonesia menjaga persatuan, menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan, karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir menurut cara pandang masing-masing dan itu berpotensi untuk merusak keharmonisan kita, keakraban kita, dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bertanah air,” ucap Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani berujar, pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja demi kepentingan rakyat dan negara. Segala kebijakan yang diambil bertujuan melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi untuk bangsa dan demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan, dan demi keutuhan Republik Indonesia,” ujar dia.
3. Prabowo undang mantan Presiden dan Wapres sebagai bentu sinergi kebangsaa

Sebagai upaya memperkokoh sinergi kebangsaan, Presiden Prabowo sebelumnya telah mengadakan pertemuan dengan para tokoh pemimpin nasional pada Selasa (3/3/2026). Pertemuan itu mengundang Presiden dan Wakil Presiden terdahulu hingga mantan Menteri Luar Negeri.
“Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati, dan sebagai sebuah masukan yang oleh beliau menjadikan referensi dalam pengambilan keputusan,” kata Muzani.
“Pada prinsipnya Presiden sangat terbuka terhadap pandangan, pemikiran dari semua para pemimpin masyarakat, pemimpin bangsa,” imbuhnya.

















