Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo: Janganlah Kita Terlalu Kagum Bangsa yang Kaya Hasil Merampas!
Rapat paripurna Presiden Prabowo di DPR RI. (Youtube.com/DPR RI)
  • Prabowo menyoroti sejarah penjajahan dan perampasan kekayaan Indonesia sebagai pengingat agar bangsa tidak merasa rendah diri terhadap negara maju yang kaya dari praktik kolonialisme.
  • Dalam pidatonya di DPR, Prabowo menegaskan para pendiri bangsa telah merumuskan arah ekonomi nasional berdasarkan pengalaman pahit dijajah dan dirampas kehormatannya oleh bangsa asing.
  • Ia mengajak masyarakat untuk memahami sejarah tanpa memusuhi bangsa lain, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam mengelola kekayaan dan martabat Indonesia secara mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
ratusan tahun

Kekayaan alam Nusantara diambil oleh bangsa penjajah untuk memperkaya negara mereka sendiri selama ratusan tahun masa kolonialisme.

20 Mei 2026

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung DPR, menyinggung sejarah penjajahan dan mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terlalu mengagumi negara yang kaya hasil merampas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai pengelolaan ekonomi nasional dan mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terlalu mengagumi negara yang kaya melalui praktik kolonialisme.
  • Who?
    Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berbicara di hadapan anggota DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026.
  • Where?
    Pidato disampaikan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • Why?
    Pernyataan tersebut disampaikan untuk mengingatkan masyarakat agar menghargai sejarah perjuangan bangsa dan tidak merasa rendah diri terhadap negara maju yang memperoleh kekayaan dari penjajahan.
  • How?
    Prabowo menyampaikan pandangannya secara langsung dalam pidato resmi di rapat paripurna, menekankan pentingnya memahami pengalaman pahit masa kolonial sebagai dasar arah ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo ngomong di gedung besar di Jakarta. Dia bilang dulu Indonesia dijajah lama dan hartanya diambil orang asing. Dia cerita para pahlawan tahu rasanya dijajah dan dihina. Sekarang Pak Prabowo bilang jangan kagum sama negara kaya yang dulu suka merampas. Tapi dia juga bilang kita tidak perlu marah, cuma harus ingat sejarahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pidato Prabowo menonjolkan semangat kebanggaan nasional yang berakar pada kesadaran sejarah, dengan menekankan pentingnya kepercayaan diri bangsa tanpa rasa rendah diri terhadap negara lain. Melalui pengingat akan perjuangan para pendiri bangsa, ia mengajak masyarakat memahami masa lalu sebagai sumber kekuatan moral untuk mengelola ekonomi secara mandiri dan bermartabat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto, menyinggung sejarah panjang penjajahan dan perampasan kekayaan Indonesia saat menyampaikan pidato tentang pengelolaan ekonomi nasional. Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan, para pendiri bangsa telah merumuskan arah ekonomi Indonesia berdasarkan pengalaman pahit selama masa kolonialisme dan imperialisme.

Menurut Prabowo, pengalaman sejarah tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia agar tidak merasa rendah diri terhadap negara-negara maju yang memperoleh kekayaan melalui praktik kolonialisme. Dia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak terlalu mengagumi bangsa lain secara berlebihan.

“Hendaknya, janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas dari bangsa-bangsa lain. Janganlah kita rendah diri, janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan pada kita. Padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita,” kata Prabowo dalam pidato Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Prabowo mengatakan, para pendiri bangsa bukan sosok yang lugu atau naif. Mereka, kata dia, mengalami langsung penderitaan akibat penjajahan dan eksploitasi bangsa asing terhadap Indonesia.

“Tentang pengelolaan ekonomi negara kita sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa kita. Para pendiri bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif, mereka merasakan penjajahan, mereka merasakan dijajah, mereka merasakan dihina, mereka merasakan diperbudak, mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignity bangsa Indonesia,” ujar dia.

Dia menilai, para pendiri bangsa memahami betul dampak imperialisme karena menyaksikan langsung bagaimana kehormatan dan kepercayaan diri bangsa Indonesia dirusak selama ratusan tahun.

“Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, budaya, sejarah kita. Mereka merasakan apa artinya, apa imperialisme itu, mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing,” kata dia.

Prabowo juga menyinggung bagaimana kekayaan alam Nusantara selama ratusan tahun diambil oleh bangsa penjajah untuk memperkaya negaranya sendiri.

“Mereka melihat dan merasakan, kekayaan nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah kita untuk memperkaya mereka (penjajah),” ujar dia.

Namun demikian, Prabowo menegaskan tidak mengajak rakyat Indonesia untuk memusuhi bangsa lain. Dia mengaku hanya ingin seluruh pihak memahami dan mempelajari sejarah di masa lalu.

Editorial Team