"Saat ini pesawat AMA tercatat tujuh unit dengan 15 orang pilot, termasuk di dalamnya beberapa orang berkebangsaan asing," tutur dia.
Polisi: Pilot Pesawat AMA Tewas Akibat Tembakan dari Jarak Sangat Dekat

- Hasil forensik menunjukkan pilot AMA, Nicholas F. Gosselin, tewas akibat luka tembak jarak sangat dekat yang menyebabkan kerusakan fatal pada dasar tengkorak.
- Jenazah Nicholas telah diberangkatkan dari Timika ke Jayapura untuk prosesi penghormatan dan akan dipulangkan ke Amerika Serikat dengan bantuan Kedutaan AS di Jakarta.
- Pihak AMA menegaskan armadanya hanya melayani penerbangan kemanusiaan di pedalaman Papua dan tidak pernah mengangkut personel TNI, Polri, maupun kelompok bersenjata.
Jakarta, IDN Times - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol dr. Sebastian Romi mengatakan, pilot maskapai AMA, Nicholas F. Gosselin, tewas akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat. Kesimpulan itu diambil usai dilakukan pemeriksaan forensik terhadap pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS) itu.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka tembak yang masuk di pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak kontak (contact gunshot wound) yakni moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," ungkap Sebastian di Jayapura, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan radiologi (x-ray) terlihat adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak.
"Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," tutur dia.
Sementara, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, pihaknya tak melakukan autopsi terhadap jenazah Nicholas. Hal itu lantaran tindakan tersebut tak diperlukan sebab penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi.
1. Misa ibadah penguatan digelar untuk mendoakan pilot Nicholas F. Gosselin

Lebih lanjut, kata Yusuf, jenazah sudah dikirim dari Timika menuju Jayapura. Saat tiba di Jayapura, gereja menggelar prosesi ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You.
Lalu dilakukan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke RSUD Bhayangkara untuk menjalani visum oleh dokter spesialis forensik dan tim. Sekitar pukul 23.55 WIT, jenazah kemudian diserahkan kepada perwakilan PT Associated Mission Aviation (AMA).
Yusuf mengatakan, Satgas Operasi Damai Cartenz mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya kapten Nicholas F. Gosselin. Sebab, selama ini maskapai perintis itu melayani penerbangan misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah pedalaman Papua.
"Atas nama Satgas Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA dan semua pihak yang terdampak atas peristiwa ini," kata Yusuf.
2. Jenazah Kapten Nicholas F. Gosselin akan dipulangkan ke AS

Sementara, Direktur Utama PT Associated Mission Aviation (AMA) Bob Kayadu mengatakan, jenazah pilot Nicholas F. Gosselin akan diterbangkan ke Jakarta dan dipulangkan ke Amerika Serikat (AS). Pemulangan jenazah bakal difasilitasi Kedutaan AS di Jakarta.
"Kami sudah menerbangkan jenazah pilot Nicholas ke Jakarta menggunakan maskapai GIA dan selanjutnya diurus Kedubes AS," ujar Bob pada hari ini.
Ia menambahkan, Gosselin sudah bekerja di maskapai AMA selama tiga tahun. Ia merupakan satu dari 16 pilot yang dimiliki oleh PT AMA.
Saat ini, AMA memiliki delapan unit pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan. Namun, usai insiden hari Kamis kemarin, satu unit di antaranya sudah tak lagi bisa digunakan untuk operasional lantaran dibakar oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) usai mendarat di Lapangan Terbang Perintis Balinggama, Kabupaten Yahukimo.
Menurutnya, insiden penyerangan yang dilakukan OPM terhadap pesawat AMA merupakan kali pertama setelah mengabdi selama 67 tahun di Tanah Papua.
3. Armada pesawat AMA tak pernah dipakai untuk mengangkut polisi atau tentara

Bob juga membantah klaim yang disampaikan oleh kelompok OPM. Ia mengatakan, selama ini armada pesawat AMA melayani masyarakat di pedalaman Tanah Papua. Mereka tak pernah mengangkut personel TNI, Polri atau OPM.
"AMA hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menerbangkan mereka ke berbagai wilayah yang hanya dapat didarati pesawat berbadan kecil," kata Bob.
Sebelumnya, Juru Bicara markas pusat TPNPB Sebby Sambom mengatakan, penembakan pilot berpaspor Amerika Serikat itu dilakukan sebagai ultimatum, agar tak ada lagi maskapai yang terbang ke Tanah Papua. "Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua," ungkap Sambom pada Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Sambom, selama ini maskapai-maskapai Indonesia yang beroperasi, termasuk pesawat milik PT AMA yang dibakar di Yahukimo, acap kali digunakan untuk mengangkut prajurit atau logistik TNI ke titik-titik pedalaman Papua.
"Mereka bawa TNI, kirim logistik, dan senjata untuk jalankan operasi militer yang menyengsarakan orang Papua. Kami melarang itu," ujarnya.



















