Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Minta Usut Modus Karhutla Disulap Jadi Kebun Sawit!
Presiden Prabowo Subianto gelar rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang ada di Indonesia. (YouTube.com/Sekretariat Presiden)
  • BNPB melaporkan indikasi pembakaran sengaja di Kalimantan untuk mengalihfungsikan lahan menjadi kebun sawit; di Jambi, seorang pelaku mengaku dibayar Rp500 ribu.
  • Polri memproses 200 laporan karhutla, mengamankan 138 tersangka, serta menangani delapan korporasi dan mendalami 18 perusahaan lain yang diduga terkait.
  • Presiden Prabowo meminta nama korporasi terduga pelaku segera diserahkan dan mempertimbangkan pencabutan izin usaha, termasuk HGU, bagi perusahaan yang terbukti membakar lahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terindikasi sengaja dibakar untuk dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Temuan tersebut dilaporkan langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas penanganan bencana secara daring.

Suharyanto mengungkapkan, modus pembakaran hutan secara sengaja terpantau jelas di lapangan. Selain temuan alih fungsi lahan menjadi kebun sawit di Kalimantan Barat, petugas juga menangkap pelaku pembakaran lahan di Jambi yang mengaku dibayar Rp500 ribu untuk menjalankan aksinya.

"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar. Kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500 ribu. Diberi uang, dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja terbakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon sawit," ujar Suharyanto.

Merespons laporan tersebut, Presiden Prabowo meminta data lengkap korporasi yang terlibat untuk segera diserahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak akan segan menindak tegas perusahaan yang terbukti merusak lingkungan demi mengejar keuntungan bisnis.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat telah memproses laporan terkait karhutla dan menetapkan ratusan orang sebagai tersangka.

"200 laporan yang kami proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi yang kami proses kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perushaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi pembekuan atau pencabutan izin apakah mereka melakukan pidana, kalau memang nanti mereka melakukan pidana, maka kami akan proses, jadi angka ini akan terus bergerak, bertambah disesuaikan dengan tim yang terus bergerak di lapangan," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo kemudian meminta agar nama-nama korporasi terduga pelaku karhutla untuk segera dikirim ke mejanya.

"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat, jadi ini benar-benar kesenagajaan, apakah ini rakyat atau korporasi?" kata Prabowo.

"Tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," sambungnya.

Presiden Prabowo nantinya akan meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni maupun Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk mencabut izin usaha perusahaan yang terbukti membakar hutan dan lahan.

"Dan nanti akan saya mnta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saay ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ujar Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article