Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Segera Bentuk Satgas Taman Nasional, Hashim Jadi Ketua
Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo pada saat Penerimaan Penghargaan di Istana Negara, Jakarta, (25/8/2025). (Dok. Sekretariat Presiden).
  • Presiden Prabowo akan membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional lewat Keppres, dengan Hashim Djojohadikusumo sebagai ketua dan Raja Juli Antoni sebagai wakil.
  • Satgas difokuskan mencari pendanaan inovatif dari sektor swasta untuk menjadikan taman nasional berkelas dunia sekaligus menjaga kelestarian hutan dan satwa ikonik Indonesia.
  • Tiga taman nasional akan dijadikan proyek percontohan, dimulai dari Way Kambas di Lampung serta kemungkinan Gunung Rinjani, guna mengubah pengelolaan konservasi menjadi lebih mandiri dan produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyampaikan, keputusan tersebut diambil untuk membenahi manajemen kawasan konservasi di Indonesia agar lebih profesional.

"Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo, kemudian saya menjadi wakil beserta wakil yang lainnya adalah Bu Mari Elka Pangestu ya," kata dia kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

1. Dorong pendanaan inovatif dari sektor swasta

ilustrasi pendanaan (pexels.com/karolina-grabowska/)

Raja Juli menjelaskan, fokus utama satgas adalah mencari sumber pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan, mencakup kolaborasi dengan sektor swasta guna menyulap taman nasional di Indonesia menjadi kawasan konservasi berkelas dunia.

Dia menegaskan, skema itu bertujuan untuk menjamin kelestarian hutan sekaligus memastikan perlindungan satwa-satwa ikonik Indonesia tetap terjaga dengan dukungan finansial yang lebih kuat.

"Kita akan mencari pendanaan yang inovatif, yang sustain ya, termasuk melibatkan private sector, agar sekali lagi taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," ujarnya.

2. Ubah taman nasional dari beban biaya menjadi mandiri

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kunjungi Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026). (Dok. Kemenhut)

Menurut Raja Juli, saat ini 57 taman nasional yang ada di Indonesia masih dikelola seadanya dengan dukungan anggaran yang sangat minim. Kondisi tersebut membuat taman nasional hanya menjadi cost center atau beban biaya bagi negara.

Paradigma tersebut akan diubah agar taman nasional menjadi profit center melalui pengembangan ecotourism. Hasil pendapatan dari sektor pariwisata alam tersebut akan dipakai untuk mendanai perbaikan dan pemeliharaan ekosistem di kawasan tersebut.

"Dalam pengertian profit center adalah bagaimana mendapatkan uang ya pendanaan dari ecotourism dan uang itu dikembalikan untuk memperbaiki taman nasional kita," paparnya.

3. Way Kambas dan Rinjani jadi proyek percontohan

Wisata kawasan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas. (Dok. IDN Times).

Sebagai langkah awal, satgas akan menetapkan tiga taman nasional sebagai proyek percontohan (pilot project). Raja Juli menyebut Taman Nasional Way Kambas di Lampung sebagai lokasi pertama yang akan dibenahi secara total.

Pemerintah juga mempertimbangkan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai kandidat proyek percontohan lainnya karena memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa. Hanya saja selama ini pengelolaannya belum berjalan maksimal.

"Akan ada tiga pilot project pertama yang akan kita lakukan dari 57 taman nasional. Pertama taman nasional Way Kambas, duanya lagi sedang kita bicarakan, bisa jadi salah satunya adalah gunung, misalkan Rinjani," kata dia.

Editorial Team