Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Tegaskan Tak Ada Orang Dekatnya Kebal Hukum
Prabowo peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (IDN Times/M Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada orang dekatnya yang kebal hukum, termasuk pejabat atau pihak yang memiliki hubungan pribadi dengannya.
  • Prabowo menceritakan Kepala BPKP Yusuf Ateh sempat ragu melaporkan kasus karena melibatkan orang dekat Presiden, namun ia diminta tetap melanjutkan pemeriksaan.
  • Prabowo mengingatkan pejabat negara agar menjalankan amanah dengan hati-hati dan memberi contoh integritas, tanpa merasa berkuasa atau di atas hukum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 Mei 2026

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk. Dalam acara itu, ia menceritakan Kepala BPKP Yusuf Ateh yang sempat takut melaporkan dugaan kasus yang melibatkan orang dekatnya.

16 Mei 2026

Prabowo menegaskan tidak ada orang yang kebal hukum, termasuk yang dianggap dekat dengannya. Ia memerintahkan Yusuf Ateh untuk meneruskan pemeriksaan tanpa pandang bulu.

kini

Prabowo menekankan pentingnya pejabat negara menjaga kehormatan dan tidak merasa berkuasa atas hukum. Ia menyebut partainya sendiri telah menindak sejumlah kader sebagai contoh penegakan integritas.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak ada orang dekatnya yang kebal hukum dan meminta agar pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terindikasi kasus tetap dilanjutkan.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan Kepala BPKP Yusuf Ateh disebut dalam kisah pelaporan dugaan kasus tersebut.
  • Where?
    Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • Why?
    Prabowo menegaskan pentingnya integritas pejabat negara serta memastikan bahwa hukum berlaku bagi semua tanpa pengecualian, termasuk bagi orang yang dekat dengannya.
  • How?
    Dalam pidatonya, Prabowo menceritakan pengalaman Yusuf Ateh yang sempat ragu melapor karena pihak terduga dekat dengan presiden, lalu ia memerintahkan agar pemeriksaan tetap diteruskan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Prabowo cerita kalau ada Pak Yusuf yang takut lapor soal orang yang dekat sama Pak Prabowo. Tapi Pak Prabowo bilang jangan takut, semua orang harus taat hukum. Dia bilang tidak ada yang boleh kebal hukum, walau teman sendiri. Sekarang pemeriksaan tetap jalan dan semua harus jujur serta kerja baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Prabowo Subianto menegaskan komitmen terhadap penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu, bahkan terhadap orang-orang dekatnya sendiri. Sikap ini menunjukkan dorongan untuk memperkuat integritas lembaga negara dan memberi contoh kepemimpinan yang menempatkan tanggung jawab serta kehormatan di atas kepentingan pribadi atau kedekatan politik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menceritakan tentang Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Yusuf Ateh, yang sempat takut melaporkan ada orang dekatnya yang diduga terindikasi kasus. Prabowo mengatakan, saat melapor, tubuh Ateh bergetar.

"Kepala Badan BPKP datang ke saya agak gemeter, heran saya, kenapa stres dia dulu Pak karena yang dia laporkan diketahuilah bahwa beberapa orang itu dekat sama saya. Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan gak pemeriksaan karena dia tahu ini dekat sama Presiden, dia lihat saya," ujar Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo menegaskan, tidak ada orang yang kebal hukum di Indonesia, termasuk siapa saja yang dianggap dekat dengannya. Prabowo kemudian meminta Ateh untuk meneruskan pemeriksaan.

"Teruskan pemeriksaan, tidak ada! Mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya, gak ada urusan kalau ada indikasi, terus periksa!" kata dia.

Prabowo mengatakan, apabila diberi amanah sebagai pejabat negara, maka harus dijalankan dengan baik.

"Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga, ya, bukan diberi pemenang kepercayaan, malah merasa adikeng, adikung, adikuno, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh," ujar dia.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, tidak boleh ada aparat negara yang merasa paling berkuasa dan bisa melakukan apa saja untuk menghalalkan segala cara.

"Mau partai saya sendiri, Gerindra, cek sudah berapa yang diproses dan ditahan, tidak (dilindungi), justru harus memberi contoh apakah dia jenderal atau mantan jenderal, harus memberi contoh, dulu kamu jago perang ya sekarang buktikan ke rakyat, bahwa kamu selesaikan karier kamu dengan tetap kehormatan," ucap Prabowo.

Editorial Team