Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Nganjuk, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh perempuan tersebut.
- Prabowo menyebut museum ini sebagai momen langka karena jarang ada negara yang memiliki museum khusus untuk mengenang perjuangan kaum buruh.
- Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk yang gugur pada 1993, telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2025 dan kini dikenang melalui pembangunan museum di kampung halamannya.
Nganjuk, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut hal ini merupakan momen langka. Sebab, tidak banyak negara yang memiliki museum buruh.
"Ini peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia museum buruh belum ada. Luar biasa, tolong dicek, mungkin ada," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, Museum Ibu Marsinah merupakan simbol dan perjuangan keberanian seorang perempuan yang memperjuangkan hak-hak buruh.
"Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda, seseorang pejuang perempuan yang berjuang untum hak-hak kaum buruh," kata dia.
Pada akhir pidatonya, Prabowo kemudian meresmikan secara verbal Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah tersebut.
"Saya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah," ucap dia.
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang lahir di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, lahir pada 10 April 1969. Ia berasal dari keluarga petani sederhana sebelum bekerja sebagai buruh pabrik di Porong, Sidoarjo.
Namanya mencuat pada Mei 1993 saat menuntut kenaikan upah buruh di PT Catur Putra Surya (CPS). Namun, pada 5 Mei 1993 dia dilaporkan diculik dan tiga hari kemudian ditemukan meninggal dunia dengan tanda-tanda penyiksaan.
Pada 10 November 2025, pemerintah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Rencana pembangunan Museum Marsinah di kampung halamannya menjadi bagian dari upaya mengenang dan menghormati perjuangannya.



















