Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto melontarkan gurauan kepada para lulusan Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) saat berpidato tentang kerja keras jajaran pemerintah. Ia mengingatkan para menteri dan pejabat negara agar menjaga kesehatan di tengah padatnya pekerjaan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menanggapi laporan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melaporkan target percepatan program peremajaan tebu nasional. Di sela-sela pidatonya, Prabowo menyelipkan humor soal kebiasaan prajurit mencari waktu untuk beristirahat.
Prabowo mengatakan pemerintah akan melakukan peremajaan seluruh tanaman tebu yang selama 12 tahun terakhir tidak diperbarui. Awalnya, program tersebut ditargetkan selesai dalam empat tahun, namun Menteri Pertanian menyatakan optimistis bisa menuntaskan dalam dua tahun.
"Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam dua tahun.' Tapi saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji dua tahun tapi you enggak masuk rumah sakit, ya. Negara dan bangsa masih butuh kau," kata Prabowo.
Prabowo kemudian mengingatkan para menteri dan jenderal agar tetap menjaga kondisi fisik meski bekerja keras mengejar target pemerintah.
Di hadapan peserta acara, Prabowo kemudian melontarkan candaan yang mengundang tawa. Menurutnya, prajurit memiliki kemampuan mencari waktu untuk beristirahat meski di tengah kesibukan.
"Ya menteri-menteri, jenderal-jenderal, jangan ambruk. Kalau mau ilmu nanti saya kasih ilmu. Tentara itu pinter cari waktu istirahat, ya. Upacara aja bisa tidur, ah itu. Ini lulusan Akademi Militer, Akademi Polisi, ini semua punya ilmu-ilmu itu semua," ujarnya, disambut gelak tawa hadirin.
Prabowo juga sempat menyinggung pengalaman para lulusan Akmil dan Akpol ketika masih menjalani pendidikan. Namun, ia menyebut kondisi tersebut kini sudah berbeda.
"Di kelas tidur, tapi sekarang gak, itu zaman dulu. Zaman kalian kan gak tidur di kelas kan? Hah? Gak kan? Karena gizi sudah bagus," kata Prabowo.
