Prabowo soal Indonesia Gelap-Collapse: Pakai Kacamata Gelap!

- Prabowo menepis narasi pesimistis tentang 'Indonesia gelap' dan menegaskan pemerintah terus bekerja mengejar target strategis nasional dengan semangat optimistis.
- Ia memaparkan capaian ekonomi dan energi, termasuk kebangkitan proyek blok gas besar serta produksi bahan bakar B50 yang membuat Indonesia tak lagi impor solar.
- Prabowo mengajak masyarakat tetap percaya diri menghadapi tantangan global, menekankan bahwa optimisme adalah kunci untuk memperkuat kemandirian dan pembangunan nasional.
Jakarta, IDN Times – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung narasi "Indonesia gelap" hingga prediksi Indonesia akan mengalami collapse. Menurut dia, berbagai anggapan pesimistis itu tidak sejalan dengan kondisi yang saat ini sedang dicapai pemerintah, mulai dari sektor ekonomi hingga energi.
Dia mengatakan, pemerintah memilih tetap bekerja dan mengejar berbagai target strategis nasional. Dia pun mengajak masyarakat untuk melihat perkembangan Indonesia dengan sikap optimistis.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato di hadapan jajaran TNI, Polri, para menteri, dan kepala lembaga dalam acara Panen Raya Serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Prabowo mengatakan, sejumlah capaian pemerintah mulai menunjukkan hasil meski kondisi global sedang diliputi ketidakpastian akibat konflik di berbagai negara. Menurut dia, Menteri Keuangan telah melaporkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah tantangan dunia. Selain itu, pemerintah juga berhasil menghidupkan kembali proyek blok gas yang sempat mangkrak selama puluhan tahun.
"Jadi kita akan percepat dan semua usaha kita akan kerja keras. Tapi sekarang hasil-hasil sudah mulai kita lihat. Menteri Keuangan melaporkan kondisi ekonomi kita bagus di tengah dunia yang susah, di tengah perang di mana-mana kita masih lumayan. Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan," kata Prabowo.
Dia juga menyebut Indonesia telah menjadi negara pertama yang memproduksi bahan bakar B50 berbasis kelapa sawit. Dia mengatakan, mulai Juli Indonesia tidak lagi mengimpor solar sehingga perputaran ekonomi dapat dinikmati petani sawit di dalam negeri.
Di tengah pidatonya, Prabowo kemudian menyinggung pihak-pihak yang terus melontarkan narasi pesimistis mengenai kondisi Indonesia. Ia menyindir istilah "Indonesia gelap" yang belakangan kerap digaungkan.
"Indonesia jelek, Indonesia apa, Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap ya gelap terus. Tiap bulan 'Indonesia akan collapse', 'Juni collapse'. Ini sudah Juli. 'Juli collapse'. Waduh mikirnya mikir collapse, ya, kan," ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia memaparkan sejumlah capaian pemerintah di bidang energi, termasuk rencana pembangunan puluhan pabrik etanol untuk mendukung penggunaan campuran bahan bakar E20.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan terus melanjutkan berbagai program strategis tanpa terpengaruh narasi pesimistis. Dia mengibaratkan sikap tersebut dengan istilah yang dikenal di lingkungan militer.
"Biar aja itu. Kalau di tentara itu ada istilah 'tinggalkan beri tanda,, ya kan. Kita jalan terus, kita bekerja dengan semangat gembira, semangat optimis. Orang berani itu gembira, orang berani itu optimis. Orang sedih duduk di kamar aja, sedih di situ," kata Prabowo.
Dia menilai, optimisme menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus melanjutkan pembangunan dan memperkuat kemandirian nasional di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

















