Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TB Hasanuddin Desak TNI Audit Menyeluruh Gudang Amunisi Usai Ledakan Madiun

TB Hasanuddin Desak TNI Audit Menyeluruh Gudang Amunisi Usai Ledakan Madiun
Anggota Komisi I DPR RI F-PDIP TB Hasanuddin (dpr.go.id)
Intinya Sih
  • DPR melalui TB Hasanuddin mendesak TNI AD melakukan audit menyeluruh terhadap sistem penyimpanan amunisi usai ledakan di Gudang Amunisi Madiun yang menewaskan satu prajurit dan melukai lima lainnya.
  • Hasanuddin meminta evaluasi gudang amunisi yang berdekatan dengan pemukiman warga, termasuk kemungkinan pemindahan lokasi jika tidak memenuhi standar jarak aman untuk mencegah risiko serupa.
  • TNI AD membentuk tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan, sementara hasil awal menunjukkan insiden terjadi saat prosedur pemeriksaan rutin dan penyelidikan masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin mendesak TNI Angkatan Darat (AD) segera mengusut penyebab ledakan amunisi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan AD Kecamatan Sradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 16 Juli 2026. Ledakan itu menewaskan satu prajurit, dan lima prajurit lainnya mengalami luka.

"Tim investigasi harus memeriksa apakah sistem penyimpanan amunisi telah memenuhi seluruh persyaratan dan standar keamanan. Mulai dari kondisi ruangan, pengaturan suhu, penataan amunisi di dalam gudang hingga penerapan prosedur pengamanan," ungkap Hasanuddin dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Tim investigasi, kata anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu juga perlu memeriksa kondisi dan usia amunisi yang tersimpan. Termasuk memastikan apakah terdapat amunisi yang telah kedaluwarsa, rusak atau mengalami penurunan kualitas.

Mantan perwira TNI itu mewanti-wanti seluruh faktor yang memicu terjadinya ledakan agar ditelusuri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, kondisi fasilitas, kelalaian manusia maupun kepatuhan terhadap prosedur operasional.

1. TB Hasanuddin usulkan gudang amunisi yang dekat pemukiman warga agar ikut dievaluasi

DPR Desak TNI Audit Menyeluruh Gudang Amunisi Usai Ledakan di Madiun
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP TB Hasanuddin minta TNI yang mengisi jabatan sipil tidak digaji double. (IDN Times/Amir Faisol)

Lebih lanjut, Hasanuddin juga meminta agar gudang tempat penyimpanan amunisi yang berada terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat turut dievaluasi. Bila tak lagi memenuhi standar jarak aman maka gudang tersebut perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari kawasan berpenduduk.

Salah satu gudang penyimpanan amunisi yang dekat dengan pemukiman penduduk berlokasi di Ciangsana, Kabupaten Bogor. Gudang Amunisi Daerah milik Kodam Jaya itu juga pernah meledak pada 30 Maret 2024. Serpihan dari amunisi yang disimpan di gudang ikut terlempar hingga ke halaman rumah warga.

Namun ketika itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan masih membutuhkan kajian dan pendalaman terkait tata ruang lebih dulu sebelum akhirnya diputuskan untuk dipindahkan.

Hasanuddin juga mengingatkan agar hasil investigasi dari ledakan gudang amunisi di Madiun dijadikan dasar untuk memperbaiki sistem penyimpanan dan pengamanan amunisi.

"Pengawasan penyimpanan amunisi juga harus diperketat lagi agar kejadian serupa tidak terulang," purnawirawan jenderal bintang dua itu.

2. Ledakan berawal saat prajurit lakukan prosedur pemeriksaan

DPR Desak TNI Audit Menyeluruh Gudang Amunisi Usai Ledakan di Madiun
Ilustrasi ledakan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan ledakan di Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, bermula saat prajurit melakukan prosedur pemeriksaan.

Akibat insiden itu, satu prajurit tewas pada Kamis, 16 Juli 2026. Selain itu, empat prajurit lainnya mengalami luka berat dan dua anggota lainnya mengalami luka ringan.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi ketika personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam insiden itu, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia," kata Donny ketika dikonfirmasi pada hari ini.

Setelah terjadi ledakan, tim satuan TNI di sana langsung melakukan evakuasi terhadap semua korban. Mereka dilarikan ke rumah sakit. Donny mengatakan, pihaknya telah memberikan pendampingan penuh terhadap semua korban.

"Kami juga membentuk tim investigasi untuk pendalaman dan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," kata dia.

3. Penyebab pasti ledakan belum bisa diungkap

DPR Desak TNI Audit Menyeluruh Gudang Amunisi Usai Ledakan di Madiun
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Namun, penyebab ledakan di gudang amunisi di Madiun, Donny mengaku belum bisa mengungkap, lantaran tim investigasi masih bekerja di lapangan. Dia pun meminta publik bersabar.

"Kami masih bekerja, makanya saya bilang bersabar," kata Donny.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More