Presiden Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto (kanan) saling berpelukan di sela menyaksikan Pencak Silat Asian Games 2018 di di Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (ANTARA FOTO/Kumparan/INASGOC/Aditia Noviansyah)
Prabowo mulai masuk gelanggang Pilpres secara langsung pada 2009. Saat berusia sekitar 57 tahun, ia maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan Megawati-Prabowo kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
Lima tahun kemudian, Prabowo untuk pertama kalinya maju sebagai calon presiden, berpasangan dengan Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014. KPU menetapkan pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 62.576.444 suara atau 46,85 persen, sementara Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh 70.997.833 suara atau 53,15 persen.
Kekalahan itu tidak menghentikan langkah Prabowo. Pada usia sekitar 67 tahun, ia kembali maju dalam Pilpres 2019. Kali ini, Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Namun, hasilnya kembali menempatkan Prabowo sebagai pihak yang kalah. KPU menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh 85.607.362 suara atau 55,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 68.650.239 suara atau 44,5 persen.
Menariknya, setelah Pilpres 2019, Prabowo justru bergabung ke pemerintahan rival politiknya. Pada Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju.
Posisi tersebut dijalani Prabowo hingga 2024. Selama menjadi Menteri Pertahanan, ia antara lain mendorong penguatan sumber daya manusia pertahanan, modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista, serta memperluas kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara lain.
Kemudian pada 2022, Prabowo kembali mendapatkan mandat Partai Gerindra untuk maju sebagai calon presiden. Pada Pilpres 2024, ia berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.
Untuk ketiga kalinya sebagai capres—dan keempat kalinya berada dalam kontestasi Pilpres setelah pengalaman sebagai cawapres pada 2009—Prabowo akhirnya berhasil memenangkan pemilihan.
KPU menetapkan Prabowo-Gibran memperoleh 96.214.691 suara atau 58,59 persen suara sah nasional. Pasangan tersebut memenuhi ketentuan perolehan minimal 20 persen suara di setiap provinsi dan unggul di seluruh 38 provinsi.
Pada 20 Oktober 2024, ketika berusia 73 tahun, Prabowo akhirnya dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, didampingi Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden untuk periode 2024-2029. Pelantikan berlangsung dalam Sidang Paripurna MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Perjalanan Prabowo dengan demikian membentang lebih dari lima dekade: dari seorang anak yang berpindah-pindah sekolah di luar negeri, taruna Akmil, perwira dan komandan pasukan khusus, pengusaha, pendiri partai, kandidat wakil presiden, tiga kali kandidat presiden, Menteri Pertahanan, hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Pada usia 75 tahun, Prabowo kini menjalani fase baru dalam perjalanan panjang tersebut sebagai Presiden RI, setelah lebih dari dua dekade berusaha mencapai posisi yang pada akhirnya berhasil diraihnya melalui Pilpres 2024.