Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pratikno Kumpulkan 4 Menteri, Cari Solusi Polemik Kekerasan di Daycare
Menko PMK Pratikno kumpulkan empat menteri untuk mencari solusi polemik kekerasan anak di Daycare. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Menko PMK Pratikno mengumpulkan empat menteri dan lembaga terkait untuk merumuskan kebijakan baru setelah kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta mencuat.
  • Pemerintah akan membentuk gugus tugas serta portal data daycare terintegrasi guna memperbaiki tata kelola, standarisasi, perizinan, hingga sistem pengawasan layanan pengasuhan anak.
  • Sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kekerasan terhadap 53 anak di Daycare Little Aresha, dengan jeratan pasal perlindungan anak yang berlaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
30 April 2026

Menko PMK Pratikno memimpin rapat hampir lima jam dengan empat menteri dan sejumlah lembaga di Gedung Kemenko PMK untuk membahas solusi atas kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Pemerintah memutuskan membentuk gugus tugas dan portal data daycare terintegrasi.

kini

Polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus kekerasan di Daycare Little Aresha, terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, dan pengasuh. Sebanyak 53 anak dilaporkan mengalami kekerasan dari total 103 anak yang terdaftar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menggelar rapat lintas kementerian untuk merumuskan kebijakan baru terkait tata kelola daycare, menyusul kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
  • Who?
    Menko PMK Pratikno memimpin rapat bersama Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, serta perwakilan KPAI dan sejumlah lembaga terkait.
  • Where?
    Rapat berlangsung di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, sementara kasus kekerasan terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
  • When?
    Kegiatan rapat dilakukan pada Kamis, 30 April 2026, dan berlangsung hampir lima jam membahas langkah-langkah penanganan serta perbaikan sistem daycare nasional.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan sebagai respons atas terungkapnya dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di Daycare Little Aresha yang menimbulkan keprihatinan publik dan kebutuhan pembenahan sistem pengawasan daycare.
  • How?
    Pemerintah akan membentuk gugus tugas khusus untuk memperbaiki tata kelola daycare melalui standarisasi layanan, integrasi data nasional, penguatan regulasi antar kementerian, serta peningkatan pengawasan lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak-anak di tempat penitipan di Jogja yang disakiti. Tangan dan kaki mereka diikat, tidak dikasih makan enak, dan tidur tanpa alas. Polisi sudah tangkap orang-orang yang jaga anak itu. Ada 13 orang jadi tersangka. Lalu Pak Pratikno kumpulin menteri-menteri buat cari cara supaya daycare aman dan anak-anak dijaga baik-baik lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah cepat pemerintah yang dipimpin Menko PMK Pratikno menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi anak-anak. Dengan melibatkan empat menteri dan lembaga terkait, rapat panjang tersebut menghasilkan komitmen konkret berupa pembentukan gugus tugas, perbaikan tata kelola daycare, serta integrasi data dan regulasi. Upaya ini mencerminkan koordinasi lintas sektor yang kuat untuk memastikan layanan pengasuhan anak menjadi lebih aman dan berkualitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengumpulkan empat menteri dan sejumlah pimpinan lembaga untuk merumuskan arah kebijakan daycare. Hal ini dilakukan menyikapi kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha Yogyakarta.

Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi; Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, dan KPAI. Rapat berlangsung hampir lima jam untuk menghasilkan arah kebijakan yang akan diambil.

Pratikno menjelaskan, pemerintah akan membentuk gugus tugas untuk memperbaiki tata kelola daycare secepat-cepatnya, baik dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

"Kami sudah membahas, mengeksplorasi banyak sekali hal-hal yang harus kita perbaiki ke depan. Mulai dari standarisasi, perizinan, integrasi program, sistem informasi terpadu, dan lain-lain termasuk pengawasan di lapangan, insentif, dan disinsentif," kata Pratikno di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Pratikno menyampaikan, pemerintah akan membentuk portal tunggal data daycare yang terintegrasi, sebuah framework regulasi yang terintegrasi antar Peraturan Menteri yang ada.

Terkait kasus Daycare Jogja, Pratikno mengatakan, pemerintah tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap kekerasan terhadap anak. Pemerintah berjanji akan meningkatkan kualitas layanan perlindungan anak, pengasuhan, pendidikan, termasuk kesehatan anak semakin membaik.

"Kita wajib untuk memberikan perlindungan kepada anak, memberikan pengasuhan dan pendidikan yang sebaik mungkin," kata dia.

Adapun polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan perlakuan tak manusiawi di Daycare Little Aresha. Mereka terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 76A hingga 76C Juncto Pasal 77 hingga 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak karena diduga melakukan tindakan diskriminatif serta membiarkan anak dalam situasi perlakuan salah atau penelantaran.

Korban diketahui mengalami kekerasan seperti diikat tangan dan kakinya, tidak diberi makan-minum secara layak, sampai dibiarkan tidur tanpa alas dengan hanya mengenakan popok. Dari laporan sementara, ada 53 anak yang terindikasi mengalami kekerasan dari total 103 anak yang terdaftar di Daycare Little Aresha.

Editorial Team