Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Pratikno, Anak Desa Dipercaya Jadi Menteri Jokowi dan Prabowo
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Pratikno menjabat Menteri Sekretaris Negara selama pemerintahan Jokowi 2014-2024, lalu menjadi Menko PMK sejak 21 Oktober 2024 sebelum direshuffle pada 1 Oktober 2026.

  • Sehari setelah reshuffle, Presiden Prabowo mengangkat Pratikno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden bersama 26 anggota Wantimpres yang dilantik pada 2 Oktober 2026.

  • Lahir di Bojonegoro, Pratikno meniti karier akademik hingga menjadi Guru Besar dan Rektor UGM, serta pernah tergabung dalam Tim Tiga pendukung Jokowi pada 2014.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pratikno diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden setelah sebelumnya di-reshuffle dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
  • Who?
    Pratikno, mantan Menteri Sekretaris Negara era Joko Widodo dan mantan Menko PMK, dilantik bersama 25 anggota Dewan Pertimbangan Presiden lainnya oleh Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Pelantikan berlangsung di lingkungan pemerintahan pusat; lokasi rinci pelantikan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Pratikno dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden pada Jumat, 2 Oktober 2026, sehari setelah reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026.
  • Why?
    Presiden Prabowo menunjuk Pratikno setelah reshuffle kabinet, namun alasan resmi di balik penunjukan tersebut hingga saat ini belum ada keterangan resmi.
  • How?
    Pratikno beralih ke jabatan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden melalui pelantikan Presiden Prabowo bersama total 26 anggota Wantimpres.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pratikno dulu anak desa di Bojonegoro. Ia sekolah tanpa sepatu, lalu kuliah di UGM. Ia jadi guru, rektor UGM, dan menteri Jokowi selama 10 tahun. Prabowo lalu membuatnya Menko PMK. Pada 1 Oktober 2026, ia diganti. Sehari kemudian, Prabowo membuatnya Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dari latar sederhana di Desa Donogede hingga menempuh pendidikan tinggi dan menjadi guru besar, perjalanan Pratikno mencerminkan ketekunan dalam membuka kesempatan melalui pendidikan. Pengalaman panjangnya sebagai pengajar, dekan, rektor, serta pejabat pemerintahan menunjukkan kesinambungan pengabdian pada bidang akademik dan tata kelola negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Selama satu dekade penuh yakni dari Oktober 2014 hingga Oktober 2024 Pratikno menjadi Menteri Sekretaris Negara di Pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Dengan jejaknya itu, Pratikno kembali dipercaya menjadi menteri dalam Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo, Pratikno diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Jabatan ini diembannya sejak awal pembentukan Kabinet Merah putih pada 21 Oktober 2024. Namun saat pemerintahan Prabowo memasuki usia 2 tahun, tepatnya pada 1 Oktober 2026, Pratikno di-reshuffle bersama sejumlah menteri lainnya.

Tapi rupanya Pratikno tak perlu berlama-lama istirahat, hanya selang sehari, Presiden Prabowo mengangkat Pratikno menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Total ada 26 anggota Wantimpres yang dilantik Presiden Prabowo pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Dengan jejak panjang di pemerintahan, bagaimana rekam jejak Pratikno? Berikut profilnya.

1. Pratikno, anak desa yang bercita-cita jadi sekretaris daerah

IDN Times/Teatrika Putri

Dilansir dari berbagai sumber, Pratikno lahir di Desa Donogede, Bojonegoro, Jawa Timur pada 13 Februari 1962. Dia satu-satunya anak dari 13 teman sekolah dasarnya yang melanjutkan studi hingga SMP. Pratikno kecil dikenal sebagai sosok yang sederhana, untuk bersekolah dia bahkan tidak memiliki sepatu.

Setelah menuntaskan SMA-nya pada 1980, ia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengampu jurusan Ilmu Pemerintahan. Semasa mahasiswa, sempat terbesit dalam benaknya untuk mengabdi sebagai sekretaris daerah. Namun, takdir berkata lain lantaran ia harus melanjutkan studinya ke luar negeri.

2. Guru Besar ilmu politik dan mantan Rektor UGM

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Pratikno menamatkan studi masternya di Birmingham University pada 1990 dan strata S3 di Flinders University pada 1997. Kiprahnya di dunia akademik kian mencuat sejak dinobatkan sebagai Guru Besar bidang ilmu politik UGM pada 2008. Pratikno kemudian menjabat Rektor UGM 2012-2014 sebelum ditarik Jokowi menjadi Mensesneg.

Pratikno menjadi staf pengajar UGM sejak 1986. Sebelum menjadi rektor, dia merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (FISIP) UGM 2008-2012. Mundur lagi pada 2004, dia pernah menjabat Direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik.

3. Pernah tergabung dalam Tim Tiga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Pratikno merupakan satu-satunya anggota Tim Tiga yang masih berada di lingkungan Istana. Selama kampanye 2014, Pratikno bersama Andrianof Chaniago dan Cornelis Lay tergabung dalam Tim Tiga yang dikomandoi oleh Andi Widjojanto. Tim ini dipercaya memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi. 

Pada sesi perkenalan Kabinet Kerja I, Andi dipercaya oleh Jokowi menjabat Sekretaris Kabinet dan Andrianof dipercaya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas. Hingga berakhirnya lima tahun pertama kepemimpinan Jokowi, hanya tersisa Pratikno yang mengawal sang RI 1.

Curated For You

Editorial Team

Related Article