Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara
Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Sejumlah raja dan sultan Bali menemui KSP Dudung Abdurachman untuk menagih janji Presiden Prabowo terkait pembangunan bandara di Bali Utara yang belum terealisasi setelah satu setengah tahun masa jabatannya.
  • Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, menegaskan proyek bandara di lepas Pantai Kubutambahan tidak akan menggunakan dana APBN karena sepenuhnya berbasis investasi swasta.
  • Forum Silaturahmi Keraton Nusantara menyebut ini pertama kalinya para raja dan sultan datang ke Istana untuk menagih janji presiden, sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pembangunan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13 Februari 2024

Presiden Prabowo menyampaikan janji akan membangun bandara di Bali utara, tepatnya di lepas Pantai Kubutambahan.

17 Juli 2026

Sejumlah raja dan sultan Bali menemui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di kantor KSP untuk menagih janji pembangunan bandara yang disampaikan Prabowo pada 2024. Dalam konferensi pers hari yang sama, Ida Cokorda Gde Putra Nindia meminta kejelasan dari Presiden mengenai kelanjutan proyek tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah raja dan sultan di Bali mendatangi Kantor Staf Kepresidenan untuk menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan bandara di Bali utara yang pernah dijanjikan pada 2024.
  • Who?
    Raja dan sultan dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, termasuk Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali Ida Cokorda Gde Putra Nindia, serta Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Lokasi bandara yang dimaksud direncanakan di lepas Pantai Kubutambahan, Bali Utara.
  • When?
    Pertemuan terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026. Janji pembangunan bandara sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo pada 13 Februari 2024.
  • Why?
    Mereka menilai belum ada keputusan resmi setelah satu setengah tahun masa jabatan Presiden Prabowo, sementara pembangunan dianggap penting untuk pemerataan ekonomi dan lapangan kerja di Bali utara.
  • How?
    Pembangunan bandara direncanakan melalui investasi swasta tanpa menggunakan dana APBN. Para tokoh adat meminta kepastian agar proyek segera diputuskan dan dapat dimulai sesuai kesiapan pendanaan yang disebut sudah tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Beberapa raja dan sultan di Bali datang ke kantor besar di Jakarta untuk bertemu Pak Dudung. Mereka mau ingatkan janji Pak Prabowo yang dulu bilang mau bikin bandara di Bali utara. Katanya sudah lama belum ada kabar. Mereka ingin tahu jadi dibangun atau tidak, supaya orang di Bali utara bisa punya kerjaan dan tempat baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertemuan para raja dan sultan Bali dengan Kepala Staf Kepresidenan menunjukkan semangat dialog terbuka antara pemimpin adat dan pemerintah pusat. Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung dengan cara yang tertib dan berlandaskan kepentingan masyarakat Bali Utara. Dukungan terhadap program pemerintah serta kesiapan investasi swasta mencerminkan optimisme bahwa pembangunan dapat dilakukan tanpa membebani keuangan negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah raja dan sultan di Bali menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/7/2026). Pada pertemuan itu, mereka ingin menagih Prabowo yang pernah berjanji akan membangun bandara di Bali utara.

"Nyatanya, maaf, sudah satu setengah tahun beliau menjabat sebagai Presiden, niscaya belum turun keputusan beliau. Kami menagih janji ke sini untuk menepati janji itu," ujar Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, dalam konferensi pers di kantor KSP, Jumat (17/7/2026).

Cokorda Gde Putra kemudian meminta penegasan kepada Presiden Prabowo, apabila memang tidak jadi membangun bandara di Bali utara, maka seharusnya disampaikan.

"Kenapa? Ini sudah meradang. Sama dengan bisul itu sudah dibiarkan itu kalau gak segera dimutasi akan sakitnya luar biasa, karena kami kelihatan puri-puri mendukung ini, wah kok gak ada wibawa (kami), gak punya puri-puri ini gimana? Kan harga diri malu kita. Nah kalau tidak ya tidak, kalau iya tolong dipercepat karena pembangunan bandara itu tidak bisa setahun dua tahun, paling tidak tiga sampai empat tahun bahkan lima tahun," kata dia.

1. Prabowo pernah berjanji pada 2024

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Cokorda mengatakan, janji tersebut disampaikan Presiden Prabowo pada 13 Februari 2024. Bandara tersebut diwacanakan dibangun di lepas Pantai Kubutambahan.

Menurut dia, pembangunan bandara di Bali Utara diperlukan. Sebab, Bali saat ini hanya memiliki bandara, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali selatan.

"Di mana pembangunan di selatan itu masif sekali, kemudian menimbulkan apa namanya, masyarakat dan generasi muda khususnya yang ada di Bali utara itu tidak ada lapangan kerja. Karena tidak ada pembangunan, tidak ada proyek," ujar dia.

2. Tidak gunakan APBN

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Cokorda mengatakan, pembangunan bandara di Bali utara itu tidak menggunakan APBN. Menurut dia, pembangunan itu merupakan kerja investasi dengan swasta.

"Masalah pembiayaan tidak mengganggu APBN. Ini murni dari investasi, investasi swasta. Tidak ada mengganggu APBN. Sekarang sudah keuangan negara sedang begini masa dipaksa membangun bandara? Nanti jadi diskusi liar, nanti di masyarakat. Tidak ada mengganggu APBN. Khusus ini pembangunan Bali utara, ada keputusan dari Presiden, segera kita bisa bangun baik itu teknologi sudah ada, investasinya, pendanaan sudah cukup untuk dibangun tanpa mengganggu APBN," ujar Cokorda.

3. Baru pertama kali raja dan sultan tagih janji ke Presiden

Raja dan Sultan Tagih Janji Prabowo Mau Bangun Bandara di Bali Utara (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara, Ketum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Mapparessa, mengatakan, ini merupakan kali pertama raja dan sultan datang ke Istana untuk menagih janji kepada Presiden.

"Kita datang untuk menagih janji, untuk itu kami dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang terdiri dari raja, sultan, para penerus, termasuk juga para ketua ketua lembaga adat yang berada di bawah raja, kesultanan, sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah khususnya Bapak Presiden," ujar Mapparessa.

"Oleh karena itu, kenapa kami ke sini? Seingat saya belum pernah terjadi raja, sultan datang ke Istana menagih janji. Kita mendukung program pemerintah memajukan kesejahteraan umum, kalau bandara ini terwujud insyaallah Allah menurunkan berkahnya kepada negara yang kita cintai ini," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article