Jakarta, IDN Times - Sejumlah raja dan sultan di Bali menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (17/7/2026). Pada pertemuan itu, mereka ingin menagih Prabowo yang pernah berjanji akan membangun bandara di Bali utara.
"Nyatanya, maaf, sudah satu setengah tahun beliau menjabat sebagai Presiden, niscaya belum turun keputusan beliau. Kami menagih janji ke sini untuk menepati janji itu," ujar Ketua Paiketan Puri-Puri se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, dalam konferensi pers di kantor KSP, Jumat (17/7/2026).
Cokorda Gde Putra kemudian meminta penegasan kepada Presiden Prabowo, apabila memang tidak jadi membangun bandara di Bali utara, maka seharusnya disampaikan.
"Kenapa? Ini sudah meradang. Sama dengan bisul itu sudah dibiarkan itu kalau gak segera dimutasi akan sakitnya luar biasa, karena kami kelihatan puri-puri mendukung ini, wah kok gak ada wibawa (kami), gak punya puri-puri ini gimana? Kan harga diri malu kita. Nah kalau tidak ya tidak, kalau iya tolong dipercepat karena pembangunan bandara itu tidak bisa setahun dua tahun, paling tidak tiga sampai empat tahun bahkan lima tahun," kata dia.
