Jakarta, IDN Times - Sejumlah pihak membantah ikut tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Bantahan itu muncul selepas Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, mengumumkan ada sejumlah akun media sosial dan media massa yang tergabung pada New Media Forum. Selain itu, ada juga dokumen nama media lain yang diduga ikut masuk dalam New Media.
Wahyu Aji dari GNFI mengakui ikut dalam pertemuan dengan Qodari. Namun tidak ada perbincangan soal pembentukan media forum. Kepada IDN Times, dia lalu membagikan tautan akun Instagram pernyataan sikap INMF.
Dalam pernyataan di akun tersebut, terkait adanya sejumlah media yang membantah, INMF mengakui nama-nama yang beredar sebatas pemetaan ekosistem industri dan media sosial sehingga nama-nama itu tidak termasuk ke dalam anggota INMF.
"Daftar media yang beredar di publik merupakan pemetaan ekosistem industri dan media sosial, bukan daftar anggota resmi. Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak manapun," tulis INMF, dikutip Kamis (7/5/2026).
INMF juga membantah tidak ada komitmen apa pun dengan Bakom Pemerintah. Menurut dia, pertemuan antara INMF dan Bakom sebatas dialog.
"Terkait pemberitaan yang beredar, kami menegaskan bahwa tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Pertemuan yang terjadi merupakan bagian dari ruang dialog untuk saling bertukar perspektif terkait perkembangan ekosistem media digital, di mana kami lakukan juga ke antar ekosistem media massa, akademisi, figur publik dan komunitas. Kami juga mencatat bahwa pemberitaan awal terkait INMF telah mengalami revisi dan penyesuaian oleh media terkait dan kami mengapresiasi langkah tersebut," kata dia.
Berikut pernyataan sikap INMF!
1. Indonesia New Media Forum (INMF) adalah inisiatif mandiri komunitas media baru yang diinisiasikan oleh beberapa perwakilan media baru pada Juli 2025. INMF hadir salah satunya untuk memperjuangkan ekosistem media baru yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan.
2. Terkait pemberitaan yang beredar, kami menegaskan bahwa tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Pertemuan yang terjadi merupakan bagian dari ruang dialog untuk saling bertukar perspektif terkait perkembangan ekosistem media digital, di mana kami lakukan juga ke antar ekosistem media massa, akademisi, figur publik dan komunitas. Kami juga mencatat bahwa pemberitaan awal terkait INMF telah mengalami revisi dan penyesuaian oleh media terkait, dan kami mengapresiasi langkah tersebut.
3. Daftar media yang beredar di publik merupakan pemetaan ekosistem industri dan media sosial, bukan daftar anggota resmi. Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak manapun.
4. Independensi adalah aset utama media baru. Tanpa kepercayaan publik, keberadaan kami tidak memiliki arti. Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem media yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung transparansi, serta menjaga ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
