Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ramai Bantah Gabung New Media, INMF Sebut Baru Pemetaan Ekosistem
Pernyataan sikap Indonesia New Media Forum (Instagram/@inmfd.id)
  • Sejumlah media seperti Narasi, Ngomongin Uang, dan bapak2id membantah bergabung dengan Indonesia New Media Forum (INMF) maupun menjadi mitra Badan Komunikasi Pemerintah.
  • INMF menegaskan daftar media yang beredar hanyalah hasil pemetaan ekosistem industri digital, bukan anggota resmi, serta belum menjalin kemitraan atau membuka pendaftaran formal.
  • Kepala Bakom Muhammad Qodari sebelumnya menyebut sejumlah akun media digital tergabung dalam INMF sebagai mitra pemerintah untuk menyebarkan program, namun pernyataan itu menuai bantahan luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Juli 2025

Indonesia New Media Forum (INMF) diinisiasi oleh beberapa perwakilan media baru sebagai wadah komunikasi dan advokasi ekosistem media digital.

6 Mei 2026

Kepala Bakom Pemerintah, Muhammad Qodari, menyebut sejumlah akun media sosial tergabung dalam New Media Forum. Pada hari yang sama, Ngomongin Uang menegaskan tidak pernah bermitra dengan Bakom, dan Narasi menyatakan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF atau Bakom.

7 Mei 2026

INMF melalui akun Instagram mengklarifikasi bahwa daftar media yang beredar hanyalah pemetaan ekosistem, bukan anggota resmi. Narasi juga kembali menegaskan bantahan bergabung dengan INMF pada tanggal ini.

kini

INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun menjalin kemitraan dengan pihak mana pun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah media dan akun digital membantah bergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) setelah disebut oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sebagai bagian dari forum mitra pemerintah.
  • Who?
    Pihak yang terlibat antara lain INMF, Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari, serta beberapa media seperti Narasi, Ngomongin Uang, bapak2id, dan Big Alpha.
  • Where?
    Pernyataan dan klarifikasi disampaikan di Jakarta melalui akun resmi media sosial masing-masing pihak serta kantor Bakom Pemerintah.
  • When?
    Pernyataan muncul pada 6–7 Mei 2026, sehari setelah pengumuman kemitraan oleh Bakom Pemerintah dengan sejumlah media digital.
  • Why?
    Bantahan disampaikan karena beberapa nama media merasa dicantumkan tanpa konfirmasi dan menegaskan tidak memiliki komitmen atau kerja sama dengan Bakom Pemerintah maupun INMF.
  • How?
    Klarifikasi dilakukan melalui unggahan di platform Instagram dan X oleh masing-masing pihak, sementara INMF menjelaskan bahwa daftar nama tersebut hanya merupakan pemetaan ekosistem industri digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Beberapa media dibilang ikut gabung ke kelompok bernama INMF, tapi banyak yang bilang tidak ikut. Ada Narasi, Ngomongin Uang, bapak2id, dan Big Alpha yang kasih penjelasan sendiri. Orang dari Bakom Pemerintah namanya Pak Qodari bilang itu kerja sama buat sebar info. Tapi INMF bilang belum ada anggota resmi dan cuma lagi petakan dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski muncul berbagai bantahan, situasi ini menunjukkan adanya transparansi dan kejelasan posisi dari berbagai pihak dalam ekosistem media digital. INMF menegaskan komitmennya terhadap independensi dan dialog terbuka, sementara media yang disebut turut memperlihatkan integritas dengan menyampaikan klarifikasi publik secara langsung dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah pihak membantah ikut tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Bantahan itu muncul selepas Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, mengumumkan ada sejumlah akun media sosial dan media massa yang tergabung pada New Media Forum. Selain itu, ada juga dokumen nama media lain yang diduga ikut masuk dalam New Media.

Wahyu Aji dari GNFI mengakui ikut dalam pertemuan dengan Qodari. Namun tidak ada perbincangan soal pembentukan media forum. Kepada IDN Times, dia lalu membagikan tautan akun Instagram pernyataan sikap INMF.

Dalam pernyataan di akun tersebut, terkait adanya sejumlah media yang membantah, INMF mengakui nama-nama yang beredar sebatas pemetaan ekosistem industri dan media sosial sehingga nama-nama itu tidak termasuk ke dalam anggota INMF.

"Daftar media yang beredar di publik merupakan pemetaan ekosistem industri dan media sosial, bukan daftar anggota resmi. Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak manapun," tulis INMF, dikutip Kamis (7/5/2026).

INMF juga membantah tidak ada komitmen apa pun dengan Bakom Pemerintah. Menurut dia, pertemuan antara INMF dan Bakom sebatas dialog.

"Terkait pemberitaan yang beredar, kami menegaskan bahwa tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Pertemuan yang terjadi merupakan bagian dari ruang dialog untuk saling bertukar perspektif terkait perkembangan ekosistem media digital, di mana kami lakukan juga ke antar ekosistem media massa, akademisi, figur publik dan komunitas. Kami juga mencatat bahwa pemberitaan awal terkait INMF telah mengalami revisi dan penyesuaian oleh media terkait dan kami mengapresiasi langkah tersebut," kata dia.

Berikut pernyataan sikap INMF!

1. Indonesia New Media Forum (INMF) adalah inisiatif mandiri komunitas media baru yang diinisiasikan oleh beberapa perwakilan media baru pada Juli 2025. INMF hadir salah satunya untuk memperjuangkan ekosistem media baru yang independen, sehat, akuntabel, kredibel, dan transparan.

2. Terkait pemberitaan yang beredar, kami menegaskan bahwa tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Pertemuan yang terjadi merupakan bagian dari ruang dialog untuk saling bertukar perspektif terkait perkembangan ekosistem media digital, di mana kami lakukan juga ke antar ekosistem media massa, akademisi, figur publik dan komunitas. Kami juga mencatat bahwa pemberitaan awal terkait INMF telah mengalami revisi dan penyesuaian oleh media terkait, dan kami mengapresiasi langkah tersebut.

3. Daftar media yang beredar di publik merupakan pemetaan ekosistem industri dan media sosial, bukan daftar anggota resmi. Hingga saat ini, INMF masih dalam tahap penggodokan internal dan belum membuka pendaftaran anggota secara formal maupun membangun kemitraan dengan pihak manapun.

4. Independensi adalah aset utama media baru. Tanpa kepercayaan publik, keberadaan kami tidak memiliki arti. Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem media yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung transparansi, serta menjaga ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

1. Narasi membantah

Pernyataan sikap Narasi (Instagram @narasinewsroom)

Salah salah satu yang membantah bergabung ke INMF adalah Narasi. Bantahan itu disampaikan Narasi melalui akun Instagram-nya, Kamis (7/5/2026).

Narasi menegaskan, pihaknya merupakan media yang terdaftar Dewan Pers sehingga tidak termasuk dalam homeless media.

Berikut pernyataan sikap Narasi!

Mencermati pemberitaan dan pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, yang mengaitkan nama Narasi, kami menyatakan bahwa:

1. Narasi tidak bergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF).

2. Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026.

3. Narasi merupakan media resmi yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers dengan nomor sertifikat 472/DP-Verifikasi/K/XI/2019.

4. Narasi beroperasi sesuai dengan kode etik jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers.

2. Ngomongin Uang juga membantah

Pernyataan sikap ngomongin UANG (Instagram/@ngomonginuang)

Akun bernama Ngomongin UANG juga membantah menjadi mitra Badan Komunikasi Pemerintah. Berikut pernyataan sikapnya!

Pada hari Rabu, 6 Mei 2026, terdapat sejumlah pemberitaan media yang menyebutkan bahwa beberapa akun media sosial telah "digandeng" dan bermitra dengan pemerintah. Dalam sejumlah pemberitaan tersebut, nama akun Ngomongin Uang turut disebutkan.

Melalui pernyataan ini, kami selaku tim Ngomongin Uang ingin menyampaikan bahwa:

Tim Ngomongin Uang TIDAK PERNAH menerima undangan, menghadiri pertemuan, maupun melakukan komunikasi, baik secara digital maupun tatap muka, dengan Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI).

Oleh karena itu, klaim di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang "digandeng" ataupun menjadi "mitra" pemerintah adalah TIDAK BENAR.

3. bapak2id membantah

Pernyataan sikap bapak2id (Instagra/@bapak2id)

Akun bapak2id juga menegaskan, tidak bergabung menjadi new media. Berikut pernyataannya!

Warga kami yang baik hati...

Lagi rame berita di Tempo tentang Bakom mengajak media yang tergabung di Indonesia New Media Forum (INMF), dan nama kita tau-tau ada di situ.

KAGA, KAMI KAGA IKUTAN!

Dan kami kaga tergabung di mana-mana. Kami aja kaget denger kabar ini.

Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu.

4. Big Alpha juga membantah direkrut Bakom

Bantahan Big Alpha (Dok. BigAlphaID)

Big Alpha mengaku masuk sebagai anggota INMF, tetapi mereka membantah direkrut. Hal itu disampaikan dalam pernyataan resminya yang diunggah di akun X.

PERNYATAAN SIKAP

BENAR:
Big Alpha merupakan salah satu anggota INMF (Indonesia New Media Forum), sebuah forum independen yang diinisiasi pada Juli 2025 bersama sejumlah pelaku media baru di Indonesia sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi untuk mendorong ekosistem media digital yang sehat, kredibel, dan transparan.

TIDAK BENAR:
Bahwa Big Alpha direkrut oleh Bakom untuk menjadi mitra dalam menyampaikan atau menjalankan program-program pemerintah.

TETAP SAMA:
Komitmen, nilai, dan sikap Big Alpha untuk selalu independen dalam menghadirkan konten yang objektif, berbasis data, serta mengedepankan informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Pernyataan Qodari

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Diberitakan, Kepala Bakom, M Qodari, mengatakan, pihaknya bermitra dengan homeless media untuk ikut menyebarkan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, media homeless itu tergabung dalam New Media Forum.

"Kami juga menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia. Mas Ipul, New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari di kantor Bakom Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

"Di antaranya saya bacakan, ada Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, ini cocok buat kita ini Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers ini kayaknya cocok untuk Pak Budi ini kayaknya, Kawan Hawa, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan mature Indonesia," sambungnya.

Qodari mengatakan, Bakom ingin menyebarkan semua informasi program pemerintah seluas-luasnya. Sebaran informasi itu, kata Qodari, perlu disampaikan melalui berbagai media.

"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media," ucap dia.

Menurut Qodari, homeless media harus dirangkul untuk menyebarkan beberapa isu. Dia mengatakan, media massa yang terverifikasi Dewan Pers dan homeless media jangan saling dibenturkan.

"Satu catatan bahwa kami mengakui masih ada beberapa isu-isu yang harus disektor oleh new media, ya ini catatan juga nih buat teman-teman new media, baik dengan rekan-rekan di media konvensional maupun dengan lembaga seperti Dewan Pers," kata dia.

Editorial Team