Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rano Karno: Anak Korban Kebakaran Kemayoran Diberi Trauma Healing
Warga dan anak-anak korban kebakaran mengikuti layanan dukungan psikososial di posko pengungsian Lapangan Jusuf Hamka, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). (dok. IDN Times/Zahira Hilman).
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan layanan trauma healing bagi anak-anak korban kebakaran di Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran untuk membantu pemulihan mental mereka.
  • Kebakaran berdampak pada 304 bangunan dan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa, termasuk balita, anak sekolah, remaja, ibu hamil, dan lansia yang kini berada di pengungsian.
  • Pemprov DKI mendirikan posko kesehatan, dapur umum, serta tenda pengungsian lengkap dengan bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, kasur, dan kebutuhan dasar lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kebakaran besar di Kemayoran dan banyak rumah terbakar. Banyak orang harus tinggal di tenda karena rumahnya habis. Pak Rano Karno bilang anak-anak yang takut akan dibantu supaya tidak sedih lagi. Di tempat pengungsian ada makanan, dokter, dan orang yang bantu ibu hamil juga. Sekarang semua masih dijaga dan dibantu terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah cepat Pemprov DKI Jakarta dalam menyiapkan posko lengkap dengan layanan kesehatan, dapur umum, serta dukungan psikologis menunjukkan kepedulian nyata terhadap pemulihan warga terdampak kebakaran. Perhatian khusus bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia mencerminkan pendekatan yang manusiawi dan menyeluruh dalam memastikan kebutuhan fisik maupun mental masyarakat tetap terpenuhi di masa sulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan layanan trauma healing bagi anak-anak korban kebakaran di kawasan permukiman Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan layanan pendampingan psikologis tersebut disiapkan di posko pengungsian untuk membantu pemulihan mental warga terdampak, khususnya anak-anak. 

“Kita seperti teman-teman lihat, sudah menyiapkan posko di Lapangan Jusuf Hamka ini, lengkap dengan pengungsi, ada posko kesehatan, ada dapur umum, kemudian ada posko dukungan psikologi untuk anak-anak,” ujar Rano di Posko Pengungsian Lapangan Jusuf Hamka, Selasa (2/6/2026). 

Berdasarkan data sementara Pemprov DKI Jakarta, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 304 bangunan dan menyebabkan 354 kepala keluarga dengan total 679 jiwa terdampak. 

Dari jumlah tersebut terdapat 90 balita, 53 anak usia SD, enam anak usia SMP, serta 22 remaja usia SMK. 

Selain anak-anak, Pemprov DKI Jakarta juga memberi perhatian kepada kelompok rentan lain, seperti ibu hamil dan lansia yang kini berada di pengungsian. 

Rano mengatakan, pemerintah telah menyiapkan layanan kesehatan di lokasi pengungsian, termasuk pendampingan psikologis bagi warga terdampak. 

“Trauma healing kita ada posko untuk psikologis. Seperti tadi kita kunjungan, ya bukan berarti jumlahnya sedikit, ibu hamil di sini cuma terdaftar ada dua orang. Jadi dalam arti kata jauh lebih mudah dan juga kehamilannya tidak membutuhkan perawatan khusus mesti ke rumah sakit, tetapi kalau memang harus ke rumah sakit, Dinas Kesehatan kita ada di sini semua,” ucap Wakil Gubernur DKI itu. 

Ia memastikan ibu hamil yang berada di lokasi pengungsian tetap mendapat pemantauan dari tenaga kesehatan apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Untuk penanganan sementara, Pemprov DKI Jakarta telah mendirikan 10 tenda pengungsian dan akan kembali menambah empat tenda lagi untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. 

Selain itu, bantuan logistik berupa makanan siap saji, matras, selimut, bantal, kasur hingga bantuan sandang dan pangan natura juga mulai disalurkan kepada warga di lokasi pengungsian.

Editorial Team

Related Article