Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran: Dapat Nilai Rendah, 75 Persen Warga Stres
Prabowo-Gibran 2024 (instagram.com/gibran_rakabuming/)
  • Rapor kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh nilai akhir 4,7 dari 10, dengan penilaian ahli lebih rendah, yakni 2,9.

  • Survei mencatat 75 persen masyarakat merasa stres terhadap kebijakan pemerintah, sementara 71 persen ahli menilai kapasitas kepemimpinan presiden tidak memadai.

  • Sebanyak 53 persen responden menilai kondisi ekonomi memburuk, sedangkan 96 persen responden menyebut penanganan karhutla tidak efektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15 September hingga 9 Oktober 2026

Kabinet Bayangan dan CELIOS mengumpulkan data survei. Responden terdiri dari kelompok ahli dan masyarakat umum.

Memasuki Oktober 2026

Kinerja Kabinet Merah Putih mendapat rapor merah dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran.

Minggu (11/10/2026)

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyampaikan hasil riset secara daring.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rapor kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh nilai akhir 4,7 dari 10.
  • Who?
    Kabinet Bayangan dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyusun laporan berdasarkan penilaian ahli dan masyarakat umum.
  • Where?
    Pengumpulan responden dilakukan di berbagai provinsi di Indonesia.
  • When?
    Data dikumpulkan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026, dan hasil riset disampaikan pada Minggu (11/10/2026).
  • Why?
    Survei dilakukan untuk memotret kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk program prioritas, tata kelola, kepemimpinan, dan komunikasi publik.
  • How?
    Survei melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden umum dengan metode snowball sampling serta non-probability sampling melalui Meta Ads.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintahan Prabowo dan Gibran dinilai lewat survei. Nilainya banyak di bawah lima. Banyak orang merasa stres dengan kebijakan pemerintah. Para ahli juga menilai kepemimpinan Presiden Prabowo belum memadai. Banyak responden merasa ekonomi memburuk, dan penanganan kebakaran hutan belum efektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Laporan ini memuat penilaian dari dua kelompok responden, yakni ahli dan masyarakat umum, dengan jumlah serta latar belakang yang disebutkan. Pengumpulan data juga mencakup berbagai provinsi dan menggunakan pendekatan berbeda, sehingga sejumlah sudut pandang mengenai kinerja pemerintahan dapat terdokumentasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai sejumlah catatan kritis. Memasuki Oktober 2026, kinerja Kabinet Merah Putih mendapat rapor merah dalam laporan yang disusun Kabinet Bayangan bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Dalam Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran, pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh nilai akhir 4,7. Sejumlah persoalan menjadi sorotan, mulai dari pelaksanaan program prioritas, tata kelola pemerintahan, hingga kepemimpinan dan komunikasi publik.

"Penilaian kinerja 2 tahun kabinet Prabowo-Gibran. Penilaian kinerja kabinet; masyarakat umum sebesar 4,7 dari 10 dan berdasarkan Ahli 2,9 dari 10," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira saat  hasil riset secara daring, Minggu (11/10/2026).

1. Kinerja Prabowo 2,8 per 10, Gibran 4,9 per 10

Prabowo-Gibran di Indonesia Arena GBK jelang pendaftaran ke KPU pada Rabu (25/10/2023). (youtube.com/GerindraTV)

Kabinet Bayangan dan Celios juga memotret kinerja Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pemerintahannya. Presiden Prabowo mendapat skor 2,8/10 dari para ahli. Sedangkan penilaian masyarakat umum mencapai 4,6/10.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka hanya mendapat skor di bawah lima selama 2 tahun pemerintahan. Hal itu terpotret dari riset dan survei yang dilakukan oleh Celios dan KabinetBayangan.id.

"Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10. Sementara untuk masyarakat umum menilai kinerja dari Wakil Presiden Gibran itu 4,9 dari 10," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira saat  hasil riset secara daring, Minggu (11/10/2026).

Dalam survei ini, ada dua kelompok responden yang diambil datanya. Mereka terdiri dari kelompok ahli dan masyarakat umum. Bhima menyebut, kinerja Prabowo selama dua tahun juga mendapat skor rendah, hanya sekitar 2,8 dari 10.

"Kemudian untuk masyarakat umum ditanya, pertanyaan yang sama, apakah ya, bagaimana Anda menilai kinerja Presiden Prabowo dalam menjalankan fungsinya sebagai kepala negara, itu nilainya 4,6 dari 10. Tetap ya di bawah angka 5," ungkap Bhima.

"Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5, gitu," imbuh Bhima.

2. Mayoritas masyarakat mengaku stres dengan kebijakan pemerintah

Prabowo-Gibran Resmi Daftar Jadi Capres dan Cawapres ke KPU pada Rabu (25/10/2023). (YouTube.com/KPU RI)

Bhima menyebut, ada pertanyaan yang berbeda dalam survei spesial 2 tahun Prabowo-Gibran kali ini. Masyarakat diminta mengungkapkan situasi kebatinan mereka selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berlangsung. Hasilnya, mayoritas mengalami stres dengan kebijakan pemerintah saat ini.

"Jawabannya adalah 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah. Dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto," kata Bhima.

Selain itu, kapasitas kepemimpinan Presiden Prabowo juga mendapat sorotan tajam dari para ahli.

"Kemudian, kepemimpinan dan komunikasi publik, persepsi ahli terhadap kapasitas kepemimpinan presiden, 71 persen, ini yang ditanya adalah pada ahli, pada 129 ahli menjawab 71 persen kapasitas kepemimpinan tidak memadai," kata dia.

3. 53 persen responden sebut kondisi ekonomi sekarang memburuk

Prabowo-Gibran Resmi Daftar Jadi Capres dan Cawapres ke KPU pada Rabu (25/10/2023). (YouTube.com/KPU RI)

Salah satu catatan yang mengemuka adalah persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 92 persen responden ahli mengkhawatirkan arah kebijakan kepemimpinan Prabowo. Di sisi lain, sorotan juga mengarah pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan. Sebanyak 96 persen responden menilai penanganan karhutla tidak efektif.

Diketahui, survei tersebut melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar belakang hingga wilayah domisili, serta pengalaman profesional yang beragam. Survei tersebut juga melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi.

Adapun, pengumpulan data dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei terhadap masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads. Sedangkan responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article