Jakarta, IDN Times - Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai sejumlah catatan kritis. Memasuki Oktober 2026, kinerja Kabinet Merah Putih mendapat rapor merah dalam laporan yang disusun Kabinet Bayangan bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Dalam Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran, pemerintahan Prabowo-Gibran memperoleh nilai akhir 4,7. Sejumlah persoalan menjadi sorotan, mulai dari pelaksanaan program prioritas, tata kelola pemerintahan, hingga kepemimpinan dan komunikasi publik.
"Penilaian kinerja 2 tahun kabinet Prabowo-Gibran. Penilaian kinerja kabinet; masyarakat umum sebesar 4,7 dari 10 dan berdasarkan Ahli 2,9 dari 10," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira saat hasil riset secara daring, Minggu (11/10/2026).
Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran: Dapat Nilai Rendah, 75 Persen Warga Stres

Take a Deeper Read
1. Kinerja Prabowo 2,8 per 10, Gibran 4,9 per 10
Kabinet Bayangan dan Celios juga memotret kinerja Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pemerintahannya. Presiden Prabowo mendapat skor 2,8/10 dari para ahli. Sedangkan penilaian masyarakat umum mencapai 4,6/10.
Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka hanya mendapat skor di bawah lima selama 2 tahun pemerintahan. Hal itu terpotret dari riset dan survei yang dilakukan oleh Celios dan KabinetBayangan.id.
"Untuk Gibran, ahli bilang 2,2 dari 10. Sementara untuk masyarakat umum menilai kinerja dari Wakil Presiden Gibran itu 4,9 dari 10," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira saat hasil riset secara daring, Minggu (11/10/2026).
Dalam survei ini, ada dua kelompok responden yang diambil datanya. Mereka terdiri dari kelompok ahli dan masyarakat umum. Bhima menyebut, kinerja Prabowo selama dua tahun juga mendapat skor rendah, hanya sekitar 2,8 dari 10.
"Kemudian untuk masyarakat umum ditanya, pertanyaan yang sama, apakah ya, bagaimana Anda menilai kinerja Presiden Prabowo dalam menjalankan fungsinya sebagai kepala negara, itu nilainya 4,6 dari 10. Tetap ya di bawah angka 5," ungkap Bhima.
"Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5, gitu," imbuh Bhima.
2. Mayoritas masyarakat mengaku stres dengan kebijakan pemerintah
Bhima menyebut, ada pertanyaan yang berbeda dalam survei spesial 2 tahun Prabowo-Gibran kali ini. Masyarakat diminta mengungkapkan situasi kebatinan mereka selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berlangsung. Hasilnya, mayoritas mengalami stres dengan kebijakan pemerintah saat ini.
"Jawabannya adalah 75 persen itu merasa stres dengan kebijakan pemerintah. Dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto," kata Bhima.
Selain itu, kapasitas kepemimpinan Presiden Prabowo juga mendapat sorotan tajam dari para ahli.
"Kemudian, kepemimpinan dan komunikasi publik, persepsi ahli terhadap kapasitas kepemimpinan presiden, 71 persen, ini yang ditanya adalah pada ahli, pada 129 ahli menjawab 71 persen kapasitas kepemimpinan tidak memadai," kata dia.
3. 53 persen responden sebut kondisi ekonomi sekarang memburuk
Salah satu catatan yang mengemuka adalah persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 92 persen responden ahli mengkhawatirkan arah kebijakan kepemimpinan Prabowo. Di sisi lain, sorotan juga mengarah pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan. Sebanyak 96 persen responden menilai penanganan karhutla tidak efektif.
Diketahui, survei tersebut melibatkan 129 responden ahli dengan berbagai latar belakang hingga wilayah domisili, serta pengalaman profesional yang beragam. Survei tersebut juga melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi.
Adapun, pengumpulan data dilakukan sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei terhadap masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads. Sedangkan responden ahli snowball sampling untuk menjangkau responden dengan keahlian yang relevan.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Kabinet Bayangan: Pemerintah Gagap Tanggulangi Gempa NTT hingga Karhutla11 Oct 2026, 21:26 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- 2 Tahun Prabowo, Djayadi Hanan: Kabinet dan Komunikasi Belum Beres29 Sep 2026, 15:04 WIB
- 23 Bulan Jadi Presiden, Prabowo 6 Kali Reshuffle Kabinet18 Sep 2026, 11:50 WIB