Jakarta, IDN Times - Peneliti Remotivi, Muhamad Heychael, menilai tuduhan yang mengaitkan gerakan massa maupun kelompok masyarakat sipil dengan agenda asing, merupakan pola lama yang terus berulang.
Tanggapan tersebut disampaikan menyusul munculnya narasi yang menyeret nama Remotivi sebagai pihak yang dituduh sebagai 'antek asing' atau disponsori pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus 2025.
"Ini sebenarnya tuduhan yang berulang, ya. Tiap kali ada gerakan massa atau ada protes dan kritik, muncullah tuduhan ini. Jadi sebenarnya ini bukan barang baru," ujar Heychael saat dihubungi IDN Times, Selasa (26/5/2026).
