Jakarta, IDN Times - Labsosio Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia melakukan riset terkait dampak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap proses persekolahan di lima kabupaten/kota pada periode Oktober hingga Desember 2025.
Penelitian dengan metode campuran ini menyoroti sejumlah kendala operasional, mulai dari persoalan dapur, hambatan distribusi, keterlambatan pengiriman makanan, hingga beban kerja petugas yang cukup tinggi.
Riset ini mengumpulkan data dari total 1.267 responden yang tersebar di 30 sekolah di lima daerah berbeda, meskipun hasilnya tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi kondisi di tingkat nasional.
Rincian sampel tersebut meliputi enam sekolah di Kota Kupang, enam sekolah di Kota Depok, enam sekolah di Kabupaten Sukabumi, enam sekolah di Kabupaten Garut, dan enam sekolah di Pesisir Selatan.
Berikut hasil temuan Labsosio Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia!
