Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rocky Gerung Desak Prabowo Pangkas Kabinet hingga 90 Persen
(instagram.com/rockygerung.ofc) Potret Rocky Gerung
  • Rocky Gerung mendesak Presiden Prabowo Subianto memangkas jumlah anggota Kabinet Merah Putih hingga 90 persen agar pemerintahan lebih efisien dan fokus pada inti program kerja.
  • Ia menilai banyak anggota kabinet belum memahami konsep sosialisme dan Prabowonomics, sehingga kinerja pemerintah dinilai tidak maksimal serta membuat Prabowo kewalahan mengarahkan visi ekonominya.
  • Rocky juga menyoroti bahwa Prabowo terjebak dalam politik transaksional dengan para menteri pendukungnya, sementara saat ini kabinet berisi puluhan menteri, wakil menteri, penasihat, dan pejabat setingkat menteri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemilu 2024

Rocky Gerung menilai Prabowo Subianto terjebak dalam politik transaksional dengan para menteri yang telah berjuang mendukung kemenangannya pada Pemilu 2024.

8 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat skandal korupsi MBG, serta menambah daftar Penasihat Khusus Presiden.

24 Juni 2026

Dalam program Real Talk with Uni Lubis, Rocky Gerung mendesak Presiden Prabowo untuk memangkas jumlah anggota Kabinet Merah Putih hingga 90 persen agar lebih efisien.

kini

Kabinet Merah Putih terdiri atas 48 menteri, 54 wakil menteri, enam pejabat setingkat menteri, sepuluh penasihat, enam belas kepala badan, dan delapan utusan khusus presiden.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Rocky Gerung mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memangkas jumlah anggota Kabinet Merah Putih hingga 90 persen karena dinilai terlalu gemuk dan tidak efisien dalam menjalankan pemerintahan.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh pengamat politik Rocky Gerung dalam dialog bersama Editor in Chief IDN Times, Uni Lubis. Presiden Prabowo Subianto menjadi pihak yang dituju dalam desakan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan Rocky Gerung disampaikan di Jakarta melalui program “Real Talk with Uni Lubis” yang ditayangkan secara daring.
  • When?
    Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 24 Juni 2026, saat sesi wawancara berlangsung di program tersebut.
  • Why?
    Rocky menilai kabinet saat ini terlalu besar dan banyak anggotanya tidak memahami konsep sosialisme serta Prabowonomics, sehingga kinerja pemerintahan dianggap kurang efisien.
  • How?
    Ia mendorong Presiden mengambil langkah radikal dengan merampingkan struktur kabinet hingga hanya menyisakan sekitar 10 persen dari total anggota yang ada agar kebijakan lebih fokus dan efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rocky Gerung bilang ke Pak Prabowo kalau menterinya terlalu banyak. Katanya harus dikurangin banyak sekali, biar kerja jadi lebih cepat dan rapi. Sekarang Pak Prabowo punya banyak menteri, wakil menteri, dan orang penting lain yang bantu dia. Rocky juga bilang Pak Prabowo kelihatan capek ngatur semuanya sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Rocky Gerung dapat dilihat sebagai dorongan konstruktif bagi pemerintahan untuk meninjau kembali efektivitas struktur Kabinet Merah Putih. Dengan mengusulkan perampingan, ia menekankan pentingnya efisiensi dan keselarasan visi di antara para pembantu presiden. Pandangan ini membuka ruang diskusi publik tentang tata kelola yang lebih fokus, terarah, dan berbasis pemahaman mendalam terhadap gagasan Prabowonomics.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengamat politik, Rocky Gerung, mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil kebijakan radikal tentang susunan Kabinet Merah Putih yang dinilai sudah terlalu gemuk. Dia mendorong Presiden bisa merampingkan (downsize) jumlah kabinetnya hingga 90 persen.

Pernyataan ini disampaikan Rocky Gerung menanggapi pertanyaan Editor in Chief IDN Times, Uni Lubis, tentang bagaimana menyikapi jumlah anggota kabinet yang mencapai 109 orang.

"Maka dia itu mestinya, berkali-kali saya bilang, Presiden mestinya melakukan radikal break. Yaitu keputusan untuk downsize kabinetnya, yang mungkin," kata Rocky Gerung dalam program Real Talk with Uni Lubis, Rabu (24/6/2026).

"50 persen kurang, 75 persen kurang, 90 persen lah, supaya energi inti dari pikirannya itu bisa di di dibentuk secara sistematis menjadi program oleh 10 persen-nya yang tersisa," lanjut dia.

1. Tak semua anggota kabinet paham sosialisme dan Prabowonomics

Aktivis Rocky Gerung saat berbincang dengan Prabowo Subianto saat pelantikan anggota baru Kabinet Merah Putih di Istana, Senin (27/4/2026). (YouTube/Sekretariat Kabinet)

Rocky menilai, tidak semua anggota kabinet akan memahami secara utuh pemikiran sosialisme, termasuk Prabowonomics. Dia mengatakan, selama Presiden Prabowo tetap memelihara jumlah kabinet seperti sekarang, maka efisiensi kinerja kabinet tidak akan ada perubahan besar.

Menurut Rocky, Prabowo juga terkesan kewalahan dengan kabinetnya sendiri yang dinilainya tidak memahami secara utuh pemikiran tentang sosialisme dan Prabowonomics.

"Jadi terlihat bahwa Presiden Prabowo ini kewalahan sebetulnya untuk meminta supaya, 'Eh kabinet, lu pelajari dong yang gua maksud dengan Prabowonomics.' Paling dia cuma dua, tiga orang yang harus mendengarkan itu," kata dia.

2. Rocky nilai Prabowo terjebak politik transaksional

Rocky Gerung menemui massa pendukungnya di Bareskrim Polri, Rabu (13/9/2023). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Di sisi lain, Prabowo juga dinilai Rocky Gerung terjebak dalam politik transaksional dengan para menterinya yang telah berdarah-darah mendukung kemenangannya pada Pemilu 2024.

Padahal, menurut dia, belum tentu anggota kabinet saat ini juga berdarah-darah untuk menjalankan pemikiran Prabowo dalam kepemimpinannya.

"Jadi itu juga menunjukkan Pak Prabowo itu disandera oleh kepentingan yang mungkin tidak bisa disebutkan, tapi dia akan anggap, 'Wah ini kan mereka udah berdarah-darah.' Iya, tapi mereka berdarah-darah juga dengan prinsip yang transaksional, kan?" kata dia.

3. Postur Kabinet Merah Putih terbaru

Pelantikan menteri kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Presiden Prabowo Subianto sudah melakukan reshuffle atau merombak Kabinet Merah Putih selama enam kali hingga hari ini. Teranyar, Prabowo melantik Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat skandal korupsi MBG pada Senin, 8 Juni 2026. Bersamaan dengan itu, Prabowo juga menambah daftar Penasihat Khusus Presiden.

Dalam Kabinet Merah Putih, Prabowo kini dibantu oleh 48 menteri dan 54 wakil menteri. Selain itu, Prabowo juga dibantu enam orang pejabat setingkat menteri.

Kemudian, Prabowo juga dibantu 10 orang penasihat dengan latar belakang yang berbeda. Sementara itu, jumlah kepala badan di Kabinet Merah Putih mencapai 16 orang serta Utusan Khusus Presiden yang berjumlah delapan orang.

Editorial Team

Related Article