Jakarta, IDN Times - Pendidikan reguler ke-67 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) memang sudah ditutup pada Rabu, 3 Juni 2026. Namun, keberadaan prajurit TNI AD yang merupakan lingkar dekat Presiden Prabowo Subianto di pendidikan tersebut menjadi sorotan luas publik serta kalangan militer.
Letnan Kolonel (Inf) Teddy Indra Wijaya dan Letnan Kolonel (Inf) Donny Sopyan meraih penghargaan di penghujung masa tugas di Seskoad. Teddy yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet didapuk sebagai perwira siswa dengan tugas penulisan kertas karya perorangan terbaik. Sedangkan, Denny yang menjadi bagian dari grup pasukan pengamanan presiden meraih peringkat I prestasi belajar terbaik pasis TNI.
Akademisi dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, memberi catatan peraih Adhi Makayasa Akmil 2011, Mayor (Czi) Henric Pardamean Hutagalung, justru berada di peringkat kedua untuk kategori prestasi belajar terbaik. Padahal, Teddy dan Denny juga merupakan lulusan Akmil 2011.
"Di ruang publik, fenomena ini dapat dibaca sederhana yakni orang-orang Presiden mengalahkan para peraih Adhi Makayasa. Namun, apakah sesederhana itu? Jawabannya, belum tentu," ujar Selamat kepada IDN Times melalui pesan pendek, Selasa (9/6/2026).
Di sisi lain, Selamat melihat pembentukan opini mengenai Teddy seolah-olah superman. Sebab, ia bisa tetap berprestasi di Seskoad tanpa perlu mengambil cuti tugas.
"Teddy bagaikan superman, tetap bertugas sebagai Seskab tanpa cuti pendidikan kemudian di saat bersamaan mengikuti pendidikan reguler Seskoad. Selain itu, ia juga mengambil pendidikan doktoral di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB)," tutur dia.
Dalam pandangan Selamat, tak heran bila publik bertanya-tanya bagaimana cara Teddy bisa membagi waktu dan tetap berprestasi di Seskoad.
