Comscore Tracker

Usai Dilantik Menjadi Wakil Ketua DPR, Lodewijk Kritisi 2 Isu Ini

Lodewijk ngaku tertantang jadi pimpinan DPR

Jakarta, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI belum menerima surat presiden (surpres) mengenai pergantian Panglima TNI. Wakil Ketua DPR, Lodewijk F Paulus, ingin pemerintah segera mengirimkan nama pengganti Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Di komisi I ada pergantian Panglima TNI ya. Kita menunggu, kita monitor mudah-mudahan Bapak Presiden segera mengajukan calon panglima TNI karena Pak Hadi per 1 Desember ini sudah pensiun," ujar Lodewijk di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Lodewijk ingin nama pengganti Hadi dikirimkan sebelum DPR memasuki masa reses mulai 8 Oktober 2021.

"Sehingga, diharapkan sebelum itu dengan masa reses yang insyaallah selesai tanggal 7 (Oktober) kita sudah bisa memiliki panglima TNI. Kalau gak, kita menunggu total waktu persiapan sangat sempit," Lodewijk menambahkan.

Baca Juga: Lodewijk Resmi Gantikan Azis Syamsuddin Jadi Wakil Ketua DPR

1. Lodewijk ingin jadwal Pemilu 2024 segera ditentukan

Usai Dilantik Menjadi Wakil Ketua DPR, Lodewijk Kritisi 2 Isu IniWakil Ketua DPR, Lodewijk F Paulus setelah pelantikan di Gedung MPR/DPR RI pada Rabu (30/9/2021). (IDN Times/Sachril Agustin)

Politikus Golkar ini menambahkan, pemerintah bersama Komisi II DPR RI dan KPU masih membahas mengenai penyelenggaraan Pemilu 2024. Dia mengatakan, perbedaan usulan antara KPU pada 21 Februari 2024 dan pemerintah pada 15 Mei 2021 harus segera diselesaikan. 

Menurut Lodewijk, usulan jadwal Pemilu 2024 harus disimulasikan agar bisa diketahui mana yang terbaik. Meski begitu, dia mengakui usulan Pemilu 2024 pada 15 Mei akan 'berhimpitan' dengan penyelenggaraan Pilkada.

"Ya memang banyak kepentingan di situ, seberapa lama sih setelah Pilpres itu harus dilantik. Artinya ada sedikit apa ya, presidennya sudah ada tapi belum diberi wewenang penuh untuk mengelola negara ini," ujar Lodewijk.

"Kedua juga perlu digladikan tentang kesiapan KPU. Apakah dengan selesainya Pileg dan Pilpres pada 15 (Mei), diharapkan juga apakah ada satu calon, dua calon, tiga calon dan tidak ada pemilu tahap dua. Nah ini tentunya yang akan sangat mepet," jelasnya

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Lodewijk: Lihat Film G30S/PKI sebagai Seni

2. Lodewijk ungkap dapat tantangan jadi pimpinan DPR

Usai Dilantik Menjadi Wakil Ketua DPR, Lodewijk Kritisi 2 Isu IniWakil Ketua DPR, Lodewijk F Paulus setelah pelantikan di Gedung MPR/DPR RI pada Rabu (30/9/2021). (IDN Times/Sachril Agustin)

Lodewijk pun berterima kasih ke Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan seluruh kader karena diberi amanat menjadi Wakil Ketua DPR. Dia mengaku akan menjalankan tugas ini dengan baik.

"Tentunya kepercayaan ini menjadi tantangan buat saya bagaimana kepercayaan diberikan sesuai tugas pokok dan fungsi dari korpolkam (bidang politik dan keamanan) ini bisa saya laksanakan dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Baca Juga: Pimpinan DPR Sebut Lodewijk Layak Gantikan Azis Jadi Wakil Ketua

3. Lodewijk sah jadi Wakil Ketua DPR

Usai Dilantik Menjadi Wakil Ketua DPR, Lodewijk Kritisi 2 Isu IniPengucapan sumpah Lodewijk F Paulus sebagai Wakil Ketua DPR pada Rabu (30/9/2021). (youtube.com/DPR RI)

Sebelumnya, DPR RI menggelar rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2021-2022. Dari rapat paripurna ini, Lodewijk F Paulus ditetapkan menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Azis Syamsuddin.

Sidang paripurna ini dipimpin Ketua DPR Puan Maharani. Awalnya, Puan menanyakan ke seluruh anggota dewan apakah Azis Syamsuddin dapat diberhentikan atau tidak.

"Berdasarkan peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata tertib yang mengatur tata cara pimpinan DPR karena mengundurkan diri dari jabatan sebagai pimpinan DPR, maka perlu menetapkan pemberhentian saudara M Azis Syamsuddin dari jabatan Wakil Ketua DPR di bidang Korpolkam. Apakah dapat disetujui?" tanya Puan.

Puan lalu mengetok palu usai anggota dewan kompak menjawab setuju.

Puan menjelaskan, pergantian antar waktu ini sesuai surat DPP Partai Golkar dan surat fraksi Partai Golkar per 28 September 2021. Dia pun mengesahkan Lodewijk menjadi pimpinan DPR.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kami menanyakan kepada seluruh peserta sidang, apakah saudara H Lodewijk F Paulus nomor anggota A-281 dapat ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI, apakah dapat disetujui?" tanya Ketua DPR, Puan Maharani saat memimpin sidang paripurna. Puan pun mengetok palu usai anggota dewan serentak menjawab setuju.

Setelah itu, Lodewijk melakukan sumpah sebagai Wakil Ketua DPR.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya