Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9/2021). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menurut Andi, SBY berupaya memisahkan agenda pemerintahan dengan aktivitas politik kepartaian. Karena itu, pembahasan terkait Partai Demokrat lebih banyak dilakukan di Cikeas, terutama pada hari libur.
"Kalau Pak SBY, kalau ada rapat-rapat partai, kalau ada tentang partailah, segala macam beliau lebih senang kalau itu di tidak di Istana. Artinya beliau di Cikeas, makanya kalau weekend kan barulah kemudian kita partai-partai itu merapat," kata dia.
Andi mengatakan, meski ketika itu SBY belum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, ia tetap memiliki tanggung jawab sebagai Ketua Dewan Pembina, sehingga berbagai urusan partai tetap dibahas secara rutin.
"Urusan partai diurus biasanya di weekend. Walaupun beliau bukan ketua umum, terakhir-terakhir aja dia jadi ketua umum. Tetapi kan beliau kan sebagai Ketua Dewan Pembina dan sebagainya. Nah, ada urusan-urusan partai diurus pada waktu weekend, itulah di Cikeas," ujarnya.
Namun, ia menegaskan, jika ada persoalan kenegaraan yang mendesak saat SBY berada di Cikeas, rapat kabinet tetap bisa digelar di sana.
"Tetapi namanya urusan negara, tiba-tiba ada ada masalah ini, ada masalah itu, ya gak mungkin menunggu. Menteri-menteri yang terkait bisa dipanggil kalau bisa dipanggil ke Cikeas," katanya.