Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

CEK FAKTA: Prabowo dan Elite Parpol Respons Demo Mahasiswa soal MBG

CEK FAKTA: Prabowo dan Elite Parpol Respons Demo Mahasiswa soal MBG
Presiden Prabowo Subianto dalam jumpa pers terkait situasi huru-hara di tanah air, Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025). (IDN Times/M. Ilman Mafian)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi di Bundaran HI pada 12 Juni 2026 dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut, menyoroti kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
  • Aksi tersebut membawa lima tuntutan utama, termasuk penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), penurunan harga kebutuhan pokok, serta kritik terhadap pemborosan APBN dan militerisme sipil.
  • Hasil penelusuran IDN Times membuktikan video pidato Prabowo yang diklaim menanggapi demo mahasiswa adalah konten palsu, karena berasal dari peristiwa berbeda pada Agustus 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Beredar narasi di media sosial X yang menyebut pidato pemerintah menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa pada 12 Juni 2026 berlangsung panjang lebar.

Dalam unggahan video yang berdurasi dua menit itu menampilkan pidato Presiden Prabowo Subianto didampingi pimpinan partai politik (parpol).

Namun, pengguna akun X @Muslim_AntiPKI9 menuliskan pidato Prabowo tersebut sama sekali tidak menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang turut menjadi tuntutan mahasiswa pada demo 12 Juni 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Padahal seharusnya penghentian MBG merupakan salah satu tuntutan utama mahasiswa, sehingga seharusnya dibahas dalam pidato tersebut.

"Pidato panjang lebar menyikapi aksi demo mahasiswa kemarin (12. juni .2026) tanpa bicara soal MBG yang merupakan salah satu tuntutan mahasiswa agar proyek MBG dihentikan, karena unfaedah & hanya buang² uang rakyat," tulisnya, dikutip IDN Times, Minggu (28/6/2026).

Benarkan Presiden Prabowo dan para elite parpol menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI pada 12 Juni 2026? Berikut cek faktanya.

1. Mahasiswa gelar aksi demonstrasi di Bundaran HI

Blokade Demo Mahasiswa di Sudirman Dibuka, Polisi dan Massa Bersalaman (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Blokade Demo Mahasiswa di Sudirman Dibuka, Polisi dan Massa Bersalaman (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Faktanya, benar mahasiswa dari sejumlah universitas menggelar aksi demonstrasi dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.

Aksi tersebur sempat diwarnai ketegangan ketika aparat kepolisian dan TNI melakukan blokade yang menghambat pergerakan massa menuju kawasan Bundaran HI. Meski begitu, mahasiswa bersama elemen masyarakat tetap berupaya menembus blokade dari aparat.

Aksi demonstrasi ini tidak berlangsung di kawasan Senayan atau Gedung DPR/MPR seperti biasanya, tetapi berlangsung di kawasan Bundaran HI yang menjadi salah satu titik strategis di Ibu Kota.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Yatalathof Ma’shum Imawan. Menurut dia, aksi demonstrasi yang dilakukan di depan Gedung DPR/MPR tidak memberikan manfaat. 

“Pada faktanya, saat ini eksekutif dan legislatif tidak ada bedanya. Mereka sudah menjadi satu koalisi dan sepakat untuk menyengsarakan rakyat,” ujar Yatalathof di kawasan Bundaran HI, Jumat. 

Dia mengatakan, alasan mahasiswa tidak menggelar aksi di DPR, karena DPR dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan, sehingga mereka lebih memilih berunjuk rasa di Bundaran HI dan menyadarkan rakyat bahwa kondisi sedang tidak baik-baik saja. 

“Pemerintah sudah bobrok dengan membuat program-program pemborosan, tapi mereka (DPR) tak menjalankan fungsi pengawasannya. Kami mending demo di Bundaran HI dan menyadarkan rakyat banyak bahwa kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja,” kata dia.

2. MBG dan setop pemborosan APBN jadi tuntutan mahasiswa

idntimes.com
Demo Mahasiswa Unsoed yang digelar pada Senin, 12 Mei 2026 di Mapolres Banyumas buntut penganiayaan sesama mahasiswi.(IDN Times/Tangkapan layar)

Dalam aksi demonstrasi tersebut, terdapat lima tuntutan dari BEM UI yang disuarakan dalam aksi tersebut. Berikut lima tuntutan BEM UI:

1. Setop pemborosan APBN 

2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM 

3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Hentikan militerisme di ranah sipil 

5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah

Selain itu, BEM UI juga mengundang seluruh elemen masyarakat, baik mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini tengah berjalan ke arah yang salah. 

“Datanglah! Pupus harapan pemerintah akan berubah dikarenakan pemimpinnya arogan, sombong, dan tantrum. Kita rebut keadilan! Karena keadilan tidak datang sendiri,” ujar Yatalathof. 

3. Benarkah Prabowo kumpulkan pimpinan parpol respons demo mahasiswa 12 Juni?

Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Berdasarkan penulusuran tim Cek Fakta IDN Time, Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan keterangan resmi menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026. 

Adapun, video yang ditampilkan pengguna akun tersebut merupakan respons pemerintah menanggapi aksi demonstrasi 17+8 pada Agustus 2025. Aksi besar-besaran yang berlangsung di Jakarta dan sejumlah daerah tersebut digelar sebagai bagian dari akumulasi ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Gerakan ini kemudian merumuskan 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang, sehingga dikenal sebagai "17+8 Tuntutan Rakyat".

Kesimpulan: Berdasarkan penelusuran Cek Fakta IDN Times, narasi tentang pemerintah tidak merespons MBG yang menjadi tuntutan mahasiswa pada aksi demonstarsi pada 12 Juni 2026 tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hasil penelusuran IDN Times juga menunjukkan video tersebut termasuk kategori konten palsu (fabricated content). IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan konten-konten hoaks.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More