Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Sebaran Wilayah di Indonesia dengan Gunung Api Aktif Terbanyak
Peta Gunung Anak Krakatau (magma.esdm.go.id)
  • Badan Geologi mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, terdiri dari 77 Tipe A, 29 Tipe B, dan 21 Tipe C; 69 di antaranya dipantau efektif.
  • Bali-Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan gunung api Tipe A terbanyak, yaitu 22, disusul Pulau Jawa dengan 19 gunung api Tipe A.
  • Maluku memiliki 13 gunung api Tipe A, Sumatera 12, dan Sulawesi 11; persebarannya membentuk busur dari Sumatera hingga Indonesia timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1600

Gunung api Tipe A didefinisikan sebagai gunung yang pernah mengalami erupsi sekurang-kurangnya sejak 1600.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, termasuk 77 gunung api Tipe A. Bali-Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan gunung api Tipe A terbanyak, sebanyak 22.
  • Who?
    Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat dan mengklasifikasikan gunung api aktif Indonesia; masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api menjadi kelompok yang memerlukan pemantauan aktivitas vulkanik.
  • Where?
    Gunung api aktif tersebar membentuk busur dari Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi utara, hingga Kepulauan Sangir-Talaud.
  • When?
    Pencatatan dilakukan dalam data dan klasifikasi Badan Geologi Kementerian ESDM yang saat ini menyebut 127 gunung api aktif. Waktu pembaruan data secara rinci hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Keberadaan rangkaian gunung api di Indonesia merupakan konsekuensi posisi wilayah Indonesia pada kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif.
  • How?
    Gunung api diklasifikasikan sebagai Tipe A bila pernah erupsi sekurang-kurangnya sejak 1600 dan memiliki catatan erupsi relatif baru. Sebanyak 69 gunung api dipantau efektif melalui Pos Pengamatan Gunung Api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Indonesia punya 127 gunung api aktif. Yang paling banyak ada di Bali dan Nusa Tenggara, yaitu 22 gunung api Tipe A. Jawa punya 19, Maluku 13, Sumatera 12, dan Sulawesi 11. Gunung Tipe A pernah meletus sejak tahun 1600. Sekarang, 69 gunung api diawasi oleh petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Data Badan Geologi yang mengklasifikasikan 127 gunung api aktif menurut tipe dan persebaran wilayah menunjukkan adanya dasar informasi terstruktur untuk memahami karakter vulkanik Indonesia. Pemantauan efektif terhadap 69 gunung api, bersama rincian kawasan dari Sumatera sampai Kepulauan Sangir-Talaud, mencerminkan perhatian nyata pada aktivitas yang perlu diawasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas gunung api yang tinggi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat 127 gunung api aktif di Indonesia. Gunung-gunung api tersebut membentuk busur yang membentang dari Sumatra hingga kawasan timur Indonesia.

Dalam klasifikasi gunung api yang diterbitkan Kementerian ESDM, kawasan Bali-Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan jumlah gunung api Tipe A terbanyak, yakni 22 gunung api.

Tipe A merupakan gunung api yang pernah mengalami erupsi sekurang-kurangnya sejak 1600 dan masih punya catatan erupsi relatif baru.

1. Bali-Nusa Tenggara ada 22 gunung api tipe A

ilustrasi gunung api pada level I (normal) (pexels.com/Ruyat Supriazi)

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Bali-Nusa Tenggara tercatat sebagai wilayah dengan gunung api terbanyak, yakni 22 gunung api Tipe A.

Daftar tersebut meliputi Gunung Batur, Agung, Rinjani, Tambora, Sangeangapi, anak Ranakah, Inerie, Inelika, Ebulobo, Kelimutu, Rokatenda, Iya, Egon, Lewotobi laki-laki, Lewotobi Prempuan, Lereboleng, Ileboleng, Batu Tara, Lewotolo, Ile Werung, Hobal, dan Sirung.

Kawasan ini membentang dari Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur sehingga memiliki rangkaian gunung api yang cukup panjang.

2. Pulau Jawa ada 19 gunung api tipe A

ilustrasi asap gunung meletus (pexels.com/Amar Preciado)

Kemudian, Pulau Jawa berada di urutan kedua setelah Bali-Nusa Tenggara, yakni dengan 19 gunung api Tipe A.

Beberapa di antaranya adalah Gunung Salak, Gede, Tangkuban Parahu, Ciremai, Guntur, Papandayan, Galunggung, Slamet, Dieng, Sundoro, Sumbing, Merapi, Kelud, Arjuno-Welirang, Bromo, Semeru, Lamongan, Ijen, dan Raung.

Konsentrasi gunung api di Jawa juga membuat sejumlah wilayah di pulau ini memiliki tingkat kerawanan bencana erupsi yang perlu terus dipantau.

3. Pulau Maluku dengan 13 gunung api tipe A

ilustrasi Gunung Penanggungan (pexels.com/Dax Dexter Delada)

Kawasan Maluku tercatat memiliki 13 gunung api Tipe A dalam klasifikasi Kementerian ESDM.

Di antaranya Gunung Dukono-Malupang Warirang, Ibu, Gamkonora, Gamalama, Kie Besi, Banda-api, Nieuwerkerk, Wetar, Serwena Leworkawra, Legatala, Wurlali.

Sejumlah gunung api tersebut berada di pulau-pulau kecil dan wilayah kepulauan sehingga pemantauan aktivitas vulkanik sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

4. Pulau Sumatra mempunyai 12 gunung api tipe A

ilustrasi gunung api pada level II (waspada) (pexels.com/Daniel Hindarto)

Berdasarkan data Kementerian ESDM, tercatat bahwa Sumatra memiliki 12 gunung api Tipe A, yaitu Gunung Burni Telong, Seulawah Agam, Peut Sague, Sinabung, Sorik Marapi, Marapi, Tandikat, Talang, Kerinci, Sumbing, Kaba, dan Dempo.

Gunung api tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumatra dan menjadi bagian dari rangkaian gunung api Indonesia yang terbentuk akibat adanya proses pergerakan lapisan kerak bumi.

5. Sulawesi dengan jumlah terkecil yakni 11 gunung api tipe A

ilustrasi gunung api (pexels.com/Kelly)

Sulawesi tercatat memiliki 11 gunung api Tipe A, antara lain Gunung Ambang, Soputan, Lokon, Mahawu, Tangkoko, Ruang, Karangetang, Awu, Colo, Banua Wuhu, dan Sangir.

Badan Geologi menjelaskan, persebaran gunung api Indonesia membentuk busur yang membentang dari Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara hingga Kepulauan Sangir-Talaud.

Secara keseluruhan, Badan Geologi mengatakan, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Data yang lebih baru dari Badan Geologi juga mengklasifikasikan gunung api Indonesia menjadi 77 Tipe A, 29 Tipe B, dan 21 Tipe C. Dari jumlah tersebut, 69 gunung api dipantau secara efektif melalui Pos Pengamatan Gunung Api.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsentrasi gunung api aktif terbesar di dunia. Keberadaan gunung api tersebut merupakan konsekuensi dari posisi Indonesia yang berada pada kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif.

Curated For You

Editorial Team

Related Article