Ilustrasi anak muda milenial dan Gen Z (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Bondan mengatakan generasi muda dapat mengambil pelajaran penting dari G30S dengan mempelajari sejarah secara kritis. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menghafalkan rangkaian peristiwa dan menerima satu narasi sejarah.
"Bagi generasi muda, pelajaran terpenting dari G30S adalah bagaimana membaca sejarah secara kritis," ujarnya.
Bondan mendorong generasi muda untuk membandingkan berbagai sumber, memahami konteks zaman, serta membedakan fakta dan interpretasi. Menurutnya, sikap tersebut penting karena terdapat bagian-bagian dari sejarah G30S yang hingga kini masih menjadi perdebatan.
"Jangan hanya menghafal kronologi dan menerima satu narasi, tetapi bandingkan berbagai sumber, pahami konteks zamannya, bedakan fakta dengan interpretasi, dan berani mengakui bagian-bagian sejarah yang masih menjadi perdebatan," kata dia.
Dengan pendekatan tersebut, Bondan berharap, sejarah tidak digunakan untuk mewariskan kebencian. Sebaliknya, sejarah dapat menjadi sarana untuk memahami masa lalu sekaligus mencegah terulangnya kekerasan politik dan kemanusiaan.