Jakarta, IDN Times - Wasekjen PDIP Utut Adianto tidak mempermasalahkan pertemuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai koalisi pemerintah di kediaman Sekjen Gerindra Sugiono pada Kamis (13/8/2026) malam.
Menurut Utut pertemuan itu merupakan hal yang wajar karena pimpinan parpol koalisi pemerintah sedang menyatukan visi untuk menghadapi APBN 2027, termasuk nota keuangan yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto hari ini.
"Ya kalau saya nggak bisa berkomentar karena ini yang harusnya nanyanya ke Pak Hasto. Tetapi kalau saya melihat orang bertemu itu wajar-wajar. Wah, bagian dari part of the game kan wajar-wajar. Mereka bersatu mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan," kata Utut di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Namun, Utut mengatakan, PDIP telah memiliki catatan sendiri mengenai nota keuangan. PDIP menyoroti berapa Transfer ke Daerah (TKD), berapa belanja pemerintah pusat, target pajak yang telah ditetapkan pemerintah dan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Kalau kami kan sudah punya catatan, orang kayak Pak Utut belanja tahun lalu 3.843, defisitnya 679. Nah, tahun ini berapa? PDB-nya bagaimana, transfer ke daerah gimana, belanja pemerintah pusat bagaimana, target pajaknya bagaimana, target PNBP-nya gimana. Itu nanti yang kita analisis," kata dia.
Utut menegaskan, posisi PDIP tepat menjadi partai penyeimbang pemerintah yang siap mengkritik secara konstruktif.
"Kalau kita kan memang mendukung, tetapi kalau ada yang dirasakan nggak pas kita memberikan kritikan. Tetapi tidak menghajar ya, memberikan kritikan," kata Ketua Komisi I DPR itu.
Sebelumnya, para sekjen parpol berkumpul di kediaman Sekjen Gerindra Sugiono, Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Sekjen DPP Partai Golkar M Sarmuji turut hadir dalam pertemuan silaturahmi itu. Ia membenarkan informasi tersebit. Ia mengatakan, pembahasan dalam agenda silaturahmi itu di antaranya untuk memastikan langkah pembangunan bangsa bisa mendekati cita-cita kemerdekaan Indonesia.
"Ya. Silaturahmi saja. Refleksi menjelang tujuh belas Agustus memastikan langkah pembangunan mendakati cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji saat dikonfirmasi IDN Times melalui pesan singkat.
