Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Kalahkan PDIP, 24,6 Persen Pemilih Masih Galau

Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Kalahkan PDIP, 24,6 Persen Pemilih Masih Galau
Presiden RI Prabowo Subianto ketika menemui Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar pada 7 April 2025. (www.x.com/@bang_dasco)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Survei nasional IPO menempatkan Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi, diikuti PDIP, Golkar, dan Partai Demokrat.
  • Posisi Gerindra dikaitkan dengan statusnya sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto dan kekuatan utama pemerintahan.
  • Sebanyak 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau merahasiakannya, sehingga pertarungan menuju Pemilu 2029 masih cair.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Peta kekuatan partai politik menuju Pemilu 2029 mulai menunjukkan perubahan. Partai Gerindra kini berada di posisi teratas dalam elektabilitas partai politik, mengungguli PDIP dan Golkar.

Berdasarkan survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO), Gerindra memperoleh elektabilitas 17,5 persen jika pemilihan anggota DPR RI dilakukan saat ini. PDIP berada di posisi kedua dengan 12,8 persen, disusul Golkar 10,4 persen dan Partai Demokrat 8,1 persen.

Namun, di balik keunggulan Gerindra, masih terdapat kelompok pemilih yang cukup besar dan belum menentukan pilihan. Sebanyak 24,6 persen responden menyatakan belum memilih atau memilih merahasiakan pilihannya.

1. Gerindra masih nikmati efek Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Apel Kasatwil di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, hari ini (11/12/2024). (dok. Gerindra)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Apel Kasatwil di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, hari ini (11/12/2024). (dok. Gerindra)

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi tidak terlepas dari statusnya sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto.

"Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini," kata Dedi.

Menurutnya, posisi Gerindra sebagai kekuatan utama pemerintahan memberikan keuntungan elektoral bagi partai tersebut. Popularitas Prabowo sebagai presiden turut berkontribusi terhadap tingkat keterpilihan Gerindra.

Meski demikian, elektabilitas Gerindra mengalami penurunan dibandingkan periode survei sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi catatan bahwa keunggulan partai belum tentu bersifat permanen.

2. PDIP masih tempel Gerindra, Golkar di posisi ketiga

Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Kalahkan PDIP, 24,6 Persen Pemilih Masih Galau
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDIP se-Indonesia di The Meru and Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Rabu (30/7/2025) (dok. PDIP)

PDIP menempati posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Partai yang sebelumnya kerap mendominasi sejumlah survei nasional tersebut kini terpaut 4,7 poin persentase dari Gerindra.

Golkar berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 10,4 persen. Sementara Partai Demokrat menempati posisi keempat dengan 8,1 persen.

Di bawah empat besar terdapat PKB dengan 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

Adapun partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen. PSI berada di angka 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.

Sementara, Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan terukur dalam survei tersebut.

3. Sebanyak 24,6 persen belum pilih, peta pemilu masih bisa berubah

Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi survei (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dedi menilai hasil survei tersebut menunjukkan adanya perubahan preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran itu terlihat dari menguatnya Gerindra di tengah posisi PDIP yang sebelumnya menjadi salah satu partai dengan basis elektoral terbesar.

"Jika sebelumnya PDIP mendominasi dukungan pada berbagai survei nasional, kini sebagian basis pemilih terlihat mulai beralih kepada Gerindra seiring posisi partai tersebut sebagai kekuatan utama dalam pemerintahan," ujar Dedi.

Meski Gerindra berada di puncak, hasil survei juga menunjukkan pertarungan menuju Pemilu 2029 masih sangat cair. Pasalnya, 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.

Besarnya kelompok tersebut menjadi ruang perebutan suara bagi seluruh partai politik. Keunggulan Gerindra saat ini bisa berubah apabila partai lain mampu menarik pemilih yang masih bimbang, terlebih jika terjadi perubahan persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan dan partai-partai politik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More