Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap, konflik global yang tengah terjadi tidak berlangsung lama karena berpotensi menekan perekonomian, termasuk di Ibu Kota.
Menurut Pramono, perang yang berkepanjangan akan berdampak langsung pada sektor barang dan jasa. Salah satu faktor utamanya adalah potensi gangguan jalur distribusi global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi lintasan utama perdagangan energi dunia.
“Hampir 30 persen lebih minyak dunia itu melewati Selat Hormuz, termasuk juga barang-barang lainnya. Kalau kemudian ini ditutup, pasti supply chain menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan barang menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti terdampak,” ujar Pramono di Sarinah, Jakarta, Senin (2/3/2026).
