Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sidak Ombudsman ke Lapas Mewah Cibinong Diwarnai Adu Fisik
Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin di Gedung Ombudsman, Kamis (24/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Sidak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong diwarnai tarik-tarikan dan dorong-dorongan, sehingga tim tidak leluasa mendokumentasikan seluruh kejadian.
  • Ombudsman hanya memperoleh sebagian foto dan video dengan menyiasati situasi; tim juga kesulitan mengidentifikasi semua orang yang ditemui di kawasan lapas.
  • Dalam sidak, Ombudsman menemukan cluster mewah berisi lebih dari 10 rumah berfasilitas setara apartemen, diduga dihuni narapidana kelas kakap dan terpisah dari blok umum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebelumnya

Ombudsman melakukan sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, dan menemukan cluster mewah berisi lebih dari 10 rumah yang diduga dihuni narapidana kelas kakap.

24 September 2026

Fikri Yasin menyatakan sidak diwarnai kontak fisik, tarik-tarikan, dan dorong-dorongan. Situasi tersebut membatasi dokumentasi tim Ombudsman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sidak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong diwarnai tarik-tarikan dan dorong-dorongan. Tim juga menemukan cluster lebih dari 10 rumah berfasilitas berstandar apartemen yang diduga dihuni narapidana kelas kakap.
  • Who?
    Tim Ombudsman RI, termasuk anggota Ombudsman Fikri Yasin, berhadapan dengan sejumlah orang di dalam lapas yang seluruh identitasnya per saat ini masih belum diketahui.
  • Where?
    Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terutama kawasan belakang lapas yang terpisah dari blok hunian warga binaan umum.
  • When?
    Keterangan mengenai sidak disampaikan Fikri Yasin di Gedung Ombudsman pada Kamis, 24 September 2026. Waktu pelaksanaan sidak per saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Ombudsman melakukan inspeksi di lapas tersebut dan menemukan cluster hunian mewah yang diduga ditempati narapidana kelas kakap.
  • How?
    Tim memasuki area lapas dan menyiasati situasi untuk merekam bukti foto serta video. Dokumentasi hanya diperoleh sebagian karena terjadi kontak fisik dan tim tidak leluasa mengambil gambar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tim Ombudsman datang mendadak ke Lapas Cibinong di Bogor. Mereka melihat lebih dari 10 rumah mewah seperti apartemen di belakang lapas. Rumah itu diduga dipakai narapidana penting. Saat memeriksa, tim sempat tarik-tarikan dan dorong-dorongan dengan orang di sana. Mereka hanya bisa mengambil sedikit foto dan video.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah situasi yang tidak kondusif, tim Ombudsman tetap menunjukkan keteguhan dalam menjalankan fungsi pengawasan. Meski menghadapi tarik-menarik dan keterbatasan dokumentasi, mereka masih dapat mengumpulkan sebagian bukti foto dan video serta memperoleh informasi dari sejumlah orang di lokasi, sehingga pemeriksaan terhadap kondisi lapas tetap memiliki dasar faktual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman Republik Indonesia (ORI) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diwarnai aksi tarik-tarikan hingga dorong-dorongan dengan sejumlah pihak di dalam lapas.

Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Fikri Yasin, mengatakan, kondisi saat sidak berlangsung tidak memungkinkan tim untuk leluasa mengambil gambar atau mendokumentasikan seluruh kejadian.

"Tetapi karena situasi kita itu gak sesantai bisa kami mengambil gambar atau itu kami gak tampilkan di sini yang kami kontak fisik sama mereka, adu fisik sama mereka, tarik-tarikan dorong-dorongan tadi, itu gak kita cantumkan di sini," kata Fikri di Gedung Ombudsman, Kamis (24/9/2026).

Menurut Fikri, kondisi tersebut membuat dokumentasi yang berhasil dikumpulkan Ombudsman hanya sebagian. Tim disebut harus menyiasati situasi agar tetap bisa mendapatkan bukti berupa foto maupun video.

"Sehingga yang kita dapatkan gambar video atau semua buktinya itu hanya beberapa saja. Video yang kita dapatkan ini, itu pun di celah-celah kita menyiasati tim kita," kata dia.

"Jadi ada yang memang apa tarik-tarikan dorong-dorongan sama mereka, tapi ada yang menyempatkan diri karena hampir bisa dipastikan tim kita memang sudah menghidupkan kamera semua," ujar dia.

Fikri mengatakan, tim Ombudsman juga tidak dapat mengidentifikasi seluruh orang yang ditemui di dalam kawasan tersebut. Namun, dalam beberapa kesempatan, tim sempat menanyakan identitas orang yang berada di dalam bangunan.

"Situasinya kira-kira gini, jadi kita gak bisa mengidentifikasi satu-satu, hanya misal pada saat kita buka, orangnya ada. Dia juga gak sadar, kira-kira gitu dan orangnya ada kita tanyakan bahwa 'Anda siapa, napi di sini, oh iya," kata dia.

Sebelumnya, Ombudsman melakukan sidak di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor. Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan cluster mewah yang diduga dihuni narapidana kelas kakap.

Cluster itu terdiri lebih dari 10 rumah dengan fasilitas berstandar apartemen dan berada di kawasan belakang lapas yang terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article