Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, meminta publik mewaspadai fenomena ilusi algoritma di media sosial menyusul aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan kalangan masyarakat di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2026). Dia meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk ajakan yang mengarah pada kekerasan dan provokasi.
Meutya mengatakan, konten yang terus muncul di linimasa belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya karena dipengaruhi pola interaksi pengguna dan diperkuat algoritma platform.
"Jangan langsung menganggap linimasa sebagai gambaran lengkap keadaan. Ilusi algoritma bisa membuat kita merasa semua orang sedang marah, semua orang membenarkan kekerasan atau semua informasi yang kita lihat adalah fakta. Padahal, belum tentu demikian. Karena itu, periksa informasi dari berbagai sumber, pahami konteksnya, dan jangan mudah terprovokasi," kata dia, dikutip Sabtu (13/6/2026).
