Menu MBG dari SPPG Soditan yang diduga menjadi pemicu keracunan di SMAN 1 Lasem. Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)
Ayah dari Febiola Br Purba, Icuk Sugiarto Purba sebelumnya mengaku kesulitan memenuhi biaya perawatan anaknya. Febiola saat ini masih menjalani perawatan intensif dan mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.
"Kami sejujurnya agak kesulitan dengan biaya karena tidak mungkin hanya makan saja. Kadang-kadang harus membeli kebutuhan anak kami," kata Icuk.
Sejak 13 Agustus 2026, Febiola sudah dirawat di lima rumah sakit. Diawali dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, dan saat ini dirawat di RS Amanda, Karo. Pada Senin (7/9/2026), Febiola dirujuk kembali ke RSUP Adam Malik, Medan.
"Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar. Dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali," ujarnya.
Icuk menuturkan, kondisi Febiola saat ini seperti anak usia 3 tahun. Korban tidak mengenali teman sekelas, guru, bahkan adik dan barang-barang miliknya sendiri.
"Ya semuanya dia lupa. Contohnya, teman-teman sekelasnya dia lupa. Waktu kami pulang dari Rumah Sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal. Padahal mereka itu duduk sama-sama," tuturnya.
Febiola merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, keluarga harus membeli susu khusus dua kali seminggu dengan harga Rp180 ribu per sekali beli. Selain itu, makanan dan vitaminnya juga harus dijaga sesuai anjuran dokter.