Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siswa Korban MBG Hilang Ingatan 70 Persen, KemenPPPA Beri Pendampingan
Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2027)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • KemenPPPA berkoordinasi dan mendampingi Febiola Br Purba, korban terduga keracunan MBG di Karo, dengan fokus pada pendampingan psikologis bagi anak dan orang tua.
  • Febiola mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen, masih menjalani perawatan intensif, dan menurut dokter memerlukan perawatan selama setahun dengan kontrol mingguan.
  • Keluarga Febiola menghadapi kesulitan biaya perawatan, termasuk susu khusus, makanan, dan vitamin, setelah anak tersebut dirawat di beberapa rumah sakit sejak 13 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dan pendampingan terhadap Febiola Br Purba, korban terduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Arifah menilai pendampingan tersebut sangat penting untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi korban.

"Saat ini sedang dikordinasikan dan dilakukan pendampingan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Daya tahan tubuh setiap anak berbeda-beda," ucap Arifah di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

1. KemenPPPA berikan pendampingan

Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam Sosialisasi Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit di Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Arifah mengapresiasi pemerintah daerah (pemda) yang telah bergerak cepat menangani korban di rumah sakit prioritas. Sementara, KemenPPPA akan fokus berikan pendampingan psikologis

"Saat ini fokus utama adalah memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak dan orang tua," katanya.

2. MBG program yang bagus

SPPG Tambolaka ini kita memanfaatkan petani lokal, peternak, dan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk program MBG. (Dok. Tim Komunikasi Prabowo)

Meski demikian, Arifah menilai, MBG merupakan program yang bagus untuk pemenuhan hak anak. Apabila masih ada kekurangan, pemerintah terus melakukan perbaikan.

"Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mengambil langkah tegas dengan menutup ratusan SPPG yang tidak memenuhi standar. Jadi jangan dilihat sepotong-sepotong, melainkan lihat upaya pemerintah dalam menyempurnakan program ini," katanya.

3. Siswa hilang ingatan hingga 70 persen usai santap MBG

Menu MBG dari SPPG Soditan yang diduga menjadi pemicu keracunan di SMAN 1 Lasem. Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Ayah dari Febiola Br Purba, Icuk Sugiarto Purba sebelumnya mengaku kesulitan memenuhi biaya perawatan anaknya. Febiola saat ini masih menjalani perawatan intensif dan mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.

"Kami sejujurnya agak kesulitan dengan biaya karena tidak mungkin hanya makan saja. Kadang-kadang harus membeli kebutuhan anak kami," kata Icuk.

Sejak 13 Agustus 2026, Febiola sudah dirawat di lima rumah sakit. Diawali dari RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, dan saat ini dirawat di RS Amanda, Karo. Pada Senin (7/9/2026), Febiola dirujuk kembali ke RSUP Adam Malik, Medan.

"Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar. Dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali," ujarnya.

Icuk menuturkan, kondisi Febiola saat ini seperti anak usia 3 tahun. Korban tidak mengenali teman sekelas, guru, bahkan adik dan barang-barang miliknya sendiri.

"Ya semuanya dia lupa. Contohnya, teman-teman sekelasnya dia lupa. Waktu kami pulang dari Rumah Sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal. Padahal mereka itu duduk sama-sama," tuturnya.

Febiola merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Untuk memenuhi kebutuhan pengobatan, keluarga harus membeli susu khusus dua kali seminggu dengan harga Rp180 ribu per sekali beli. Selain itu, makanan dan vitaminnya juga harus dijaga sesuai anjuran dokter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article