Islandia Protes Usai Trump Masukkan Negaranya dalam Peta Berbendera AS

- Islandia memprotes AS setelah Presiden Donald Trump mengunggah peta Amerika Utara berbendera AS yang mencantumkan Islandia bersama sejumlah negara dan wilayah lain.
- Menteri Luar Negeri Thorgedur Gunnarsdottir memanggil Duta Besar AS Billy Long untuk meminta penjelasan, menyebut unggahan Trump sangat tidak pantas dan tak dapat dibenarkan.
- Di tengah ketegangan Arktik terkait rencana aneksasi Greenland oleh AS, Islandia menolak dialog bergabung dengan UE; negara ini anggota pendiri NATO tanpa personel militer.
Jakarta, IDN Times - Islandia memrotes Amerika Serikat (AS) mengenai masuknya negaranya dalam peta berbendera AS pada Selasa (8/9/2026). Negara di Arktik itu menyebut tindakan Washington itu tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan
Pekan lalu, Islandia menolak dialog untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE) dalam referendum. Penolakan ini diputuskan di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Arktik imbas rencana aneksasi Greenland oleh AS.
1. Islandia panggil Dubes AS atas postingan tersebut

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova) Menteri Luar Negeri Islandia, Thorgedur Gunnarsdottir resmi memanggil Duta Besar (Dubes) AS untuk Islandia, Billy Long. Keputusan ini untuk membicarakan maksud di balik masuknya peta Islandia dengan bendera AS.
“Posisi Islandia sudah jelas bahwa unggahan di media sosial Presiden AS, Donald Trump tersebut sangat tidak pantas,” tegasnya, dikutip dari TVP World.
Sementara itu, Kantor Dubes AS di Greenland dan Islandia belum memberikan komentar soal unggahan dalam akun Trump itu. Namun, Kementerian Luar Negeri Islandia juga belum memberikan keterangan soal masalah ini.
2. Trump unggah peta kontroversial berbendera AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/benjaminlehman) Sehari sebelumnya, Trump mengunggah visual peta Amerika Utara berbendera AS. Peta itu menunjukkan wilayah AS, termasuk Meksiko, Kanada, Greenland, Kuba, Jamaika, Haiti, dan Islandia, serta sebagian Amerika Tengah.
Dilansir The Hill, Trump sebelumnya sudah mengungkapkan rencana untuk mengambilalih Kanada dan Greenland, serta Terusan Panama. Namun, masuknya Meksiko dan sejumlah negara di Karibia menunjukkan adanya ambisi baru dari Trump.
3. Islandia menjadi anggota NATO yang tidak punya militer

ilustrasi bendera Islandia (pexels.com/koen-swiers) Sebagai informasi, Islandia termasuk salah satu negara pendiri NATO. Selain itu, negara Arktik ini menjadi satu-satunya negara anggota aliansi militer pimpinan AS itu yang tidak memiliki personel militer.
Dilansir CNBC, Islandia dikenal terletak di lokasi yang strategis, tepatnya di GIUK Gap atau titik sempit yang berada di antara Greenland dan Inggris. Islandia juga berada di jalur antara Arktik dan Samudra Atlantik.



















