MTQ Nasional 2026 di Jateng Diproyeksi Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp1, 2 Triliun

MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026 diproyeksikan menciptakan perputaran ekonomi Rp1,2 triliun, didorong sekitar 7.000 peserta dan tamu.
Pemprov Jateng menyatakan persiapan acara telah mencapai 90 persen, termasuk 12 venue dan koordinasi transportasi; kafilah tuan rumah ditargetkan masuk tiga besar nasional.
Sebanyak 2.242 peserta akan bertanding dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori; MTQ juga menghadirkan eksibisi bagi 24 penyandang disabilitas sensorik tuli.
Jakarta, IDN Times - Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Proyeksi tersebut dihitung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dengan memperhitungkan aktivitas ekonomi selama rangkaian MTQ yang berlangsung pada 11–20 September 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan perputaran ekonomi tersebut berpotensi berasal dari berbagai aktivitas yang dilakukan ribuan peserta dan tamu selama berada di Jawa Tengah. “Kita berharap ada Rp1,2 triliun. Kita menghitung dengan BPS kemarin,” kata Taj Yasin seusai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026).
Adapun, sekitar 7.000 orang telah dikonfirmasi hadir dalam rangkaian MTQ, mencakup peserta, official, pendamping, dan unsur lainnya.
1. Ribuan tamu diproyeksi gerakkan ekonomi daerah

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dok. Pemprov Jateng) Kehadiran ribuan orang dari berbagai daerah selama MTQ Nasional diperkirakan mendorong aktivitas ekonomi di Jawa Tengah. Selama berada di Semarang, para peserta dan pendamping membutuhkan berbagai kebutuhan, mulai dari penginapan, makanan, transportasi, hingga cendera mata.
Aktivitas ekonomi juga berpotensi meluas ke sektor pariwisata. Para kafilah akan ditawarkan untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang dan daerah sekitarnya.
“Kita akan tawarkan kepada kafilah yang sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin.
Pemprov Jateng juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung selama MTQ berlangsung, seperti job fair, penjualan produk UMKM, hingga acara budaya di Kota Semarang.
Salah satu agenda yang diperpanjang adalah Festival Kota Lama Semarang. Festival tersebut akan berlangsung hingga rangkaian MTQ Nasional selesai dan diharapkan menjadi pilihan aktivitas bagi para tamu dari berbagai daerah.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik kumpul untuk memudahkan kafilah yang ingin berwisata. Dengan demikian, aktivitas para tamu diharapkan tidak hanya terpusat di lokasi perlombaan, tetapi juga memberikan dampak kepada pelaku usaha dan sektor pariwisata.
2. Persiapan MTQ sudah mencapai 90 persen

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dok. Pemprov Jateng) Dari sisi penyelenggaraan, Taj Yasin menyebut persiapan MTQ Nasional XXXI secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90 persen. Sebanyak 12 venue perlombaan telah ditata dan dipersiapkan untuk digunakan selama kompetisi berlangsung.
Pemerintah Jawa Tengah juga mengantisipasi kemungkinan keterlambatan kedatangan kafilah, terutama karena sebagian besar peserta akan transit melalui Jakarta. Koordinasi dilakukan bersama pihak bandara, maskapai, dan operator transportasi lainnya untuk memastikan kedatangan para kafilah berjalan lancar.
Hingga Rabu (9/9/2026), seluruh jadwal penerbangan yang telah dikonfirmasi masih berjalan sesuai jadwal. Pemerintah juga memastikan kesiapan kedatangan kafilah yang menggunakan kereta api maupun kendaraan darat.
Dari sisi kompetisi, Jawa Tengah akan mengirimkan kafilah untuk bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi. Pemprov Jateng menargetkan kafilahnya masuk tiga besar nasional. “Target kita yang pertama sukses pelaksanaan MTQ ke-31 ini, memberikan pelayanan terbaik buat para kafilah. Yang kedua dari perlombaan, kita targetkan paling tidak masuk tiga besar,” kata Taj Yasin.
3. 2.242 peserta ikuti 24 golongan lomba

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Rapat Checking Terakhir Kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dok. Pemprov Jateng) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad memastikan seluruh perangkat perlombaan MTQ Nasional telah disiapkan.
Penetapan peserta, dewan hakim, panitera, hingga perangkat perlombaan lainnya telah mencapai 100 persen. Kementerian Agama juga menyiapkan majelis kode etik untuk mengantisipasi persoalan selama perlombaan.
Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan mengikuti MTQ Nasional XXXI. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 24 golongan lomba dengan total 48 kategori yang dipertandingkan. Panitia juga telah menyiapkan 5.257 butir soal.
“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ujar Abu Rokhmad.
MTQ Nasional tahun ini juga menghadirkan eksibisi bagi penyandang disabilitas sensorik tuli. Sebanyak 24 peserta dari berbagai provinsi telah menyatakan kesiapan mengikuti eksibisi tersebut.
Menurut Abu Rokhmad, eksibisi ini menjadi langkah awal untuk memberikan ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas dalam penyelenggaraan MTQ. Kementerian Agama berencana mengembangkan eksibisi tersebut menjadi salah satu cabang lomba resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Dengan rangkaian perlombaan dan kegiatan pendukung yang disiapkan, MTQ Nasional XXXI di Semarang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi, UMKM, dan pariwisata di Jawa Tengah. (WEB)




















