Jakarta, IDN Times - Mabes TNI buka suara soal adanya Telegram nomor TR/283/2026 yang diterbitkan Panglima TNI Agus Subiyanto untuk meminta prajurit siaga I. Telegram yang dibuat pada Minggu (1/3/2026) dan diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun itu merupakan respons dari memanasnya situasi di Timur Tengah.
Meski tak merespons dengan tegas adanya peningkatan status menjadi siaga I, namun Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Dwi Aulia Nasrullah mengakui ada peningkatan kesiapsiagaan dari prajurit TNI.
Dwi menyebut, kesiapsiagaan para prajurit itu sudah sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2025. "Salah satu tugas pokok yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa serta negara," ujar Dwi di dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Para prajurit TNI, kata prajurit Kopassus itu, bertugas secara profesional dan responsif. "Hal itu diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional dan siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun regional," katanya.
Melihat hal itu, kata Dwi, TNI harus memiliki peningkatan kesiapsiagaan operasional yang tinggi. "Salah satunya dengan melakukan apel pengecekan kesiapan secara rutin," imbuhnya.
