- Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan penuh personel dan alutsista di jajarannya. Personel melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.
- Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diminta untuk melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.
- Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan (athan) RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) bila diperlukan, serta berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Neger) dan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).
- Kodam Jaya/Jayakarta agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit (obyek vital) strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusitivitas di wilayah DKI Jakarta.
- Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.
Konflik di Timur Tengah Memanas, Panglima Agus Subiyanto Minta TNI Siaga 1

- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk siaga 1 melalui telegram resmi sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
- Instruksi mencakup kesiagaan penuh personel dan alutsista, patroli di objek vital strategis, deteksi dini udara, serta rencana evakuasi WNI di negara terdampak bekerja sama dengan Kemenlu dan KBRI.
- Status siaga I berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan, dengan laporan langsung ke Panglima TNI dan penegasan pentingnya kesiapsiagaan operasional tinggi di seluruh matra.
Jakarta, IDN Times - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dikabarkan mengeluarkan Telegram Nomor TR/283/2026 yang berisi instruksi bagi prajurit TNI agar siaga 1. Telegram itu diteken oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal Bobby Rinal Makmun pada Minggu, 1 Maret 2026 di Jakarta. Instruksi ini dikeluarkan oleh Agus sebagai bagian dari respons terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Di dalam grafis yang diperoleh IDN Times, instruksi itu memuat lima poin, yakni:
Semua informasi yang didapat dari aktivitas deteksi dan patroli wajib dilaporkan secara langsung kepada Panglima TNI. Telegram itu ditujukan kepada semua petinggi di ketiga matra TNI. Di dalamnya juga tertulis siaga I berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga masanya selesai.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin mengonfirmasi adanya status I di lingkungan TNI. "Iya (telegram itu benar)," ujar Hasanuddin kepada IDN Times melalui pesan pendek, Sabtu (7/3/2026).
Sementara, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah tak memberikan respons tegas mengenai terbitnya telegram dari Panglima TNI. Ia hanya menyebut TNI bertugas secara profesional dan responsif yang diwujudkan dengan memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional dan siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional maupun nasional.
"Dengan demikian maka TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi. Salah satunya adalah dengan melaksanakan apel pengecekan kesiapan secara rutin," ujar Aulia kepada IDN Times melalui pesan pendek pada malam ini.

















