Spanduk Greenpeace Dicopot, Puluhan Petugas Berjaga di Bundaran HI

Spanduk raksasa Greenpeace di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, dicopot pada Selasa pagi dengan pengamanan gabungan Polri, TNI AD, Damkar, dan Satpol PP.
Aksi Greenpeace membawa pesan desakan penanganan krisis iklim serta menyoroti hubungan kerusakan lingkungan, bencana yang memburuk, dan meningkatnya biaya hidup masyarakat.
Hingga berita ditulis, alasan resmi pencopotan dan keterangan aparat belum terkonfirmasi; petugas masih berjaga setelah spanduk tidak lagi terpasang.
Jakarta, IDN Times – Spanduk raksasa yang dipasang Greenpeace Indonesia di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, telah dicopot pada Selasa (20/10/2026) pagi. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah petugas gabungan dari Polri, TNI Angkatan Darat (AD), pemadam kebakaran, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlihat berada di sekitar kolam Bundaran HI saat penurunan spanduk tersebut.
Personel kepolisian tampak melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi pencopotan. Sejumlah petugas berkumpul di tepi kolam dan sekitar titik pemasangan spanduk, sementara petugas lainnya bersiaga di area tersebut. Kendaraan pemadam kebakaran juga terlihat berada di lokasi. Kehadiran aparat dari berbagai unsur membuat kawasan sekitar Patung Selamat Datang dipadati petugas.
Kini, spanduk yang dipasang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran itu sudah tidak lagi membentang di Patung Selamat Datang. Meski demikian, sejumlah petugas masih terlihat berjaga di sekitar lokasi. Pencopotan spanduk ini menjadi perhatian karena sebelumnya Greenpeace menggunakan kawasan ikonik di pusat Jakarta tersebut sebagai ruang untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah terkait persoalan krisis iklim.
Pemasangan spanduk bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” dan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” itu merupakan bagian dari aksi Greenpeace Indonesia untuk mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim. Melalui pesan yang dibentangkan di atas Patung Selamat Datang, Greenpeace menyoroti kaitan antara kerusakan lingkungan, bencana yang semakin parah, dan meningkatnya beban biaya hidup masyarakat.
Greenpeace menilai persoalan krisis iklim tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat.
Aksi tersebut menjadi salah satu cara Greenpeace menyampaikan tuntutan secara langsung di ruang publik.
Namun, setelah spanduk dicopot, muncul pertanyaan mengenai ruang bagi masyarakat sipil untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Hingga berita ini ditulis, alasan resmi pencopotan spanduk dan keterangan aparat terkait penanganan aksi tersebut belum terkonfirmasi.




















