Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stafsus Wamensesneg Janji Sampaikan Tuntutan Mahasiswa soal Ganti Menhut
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Binbin Tresnadi, hadir di demo Mahasiswa Trisakti (29/10/2026)(IDN Times/Cantika Lutfiah)
  • Perwakilan Istana, Binbin Tresnadi, menemui mahasiswa Trisakti di Patung Kuda dan menyatakan akan menyampaikan aspirasi mereka, termasuk rekomendasi pergantian Menteri Kehutanan serta wakilnya.

  • Mahasiswa mendesak evaluasi penanganan karhutla dan Satgas PKH, serta meminta pengobatan gratis bagi warga terdampak asap yang mengalami gangguan kesehatan dan kehilangan kemampuan bekerja.

  • Massa mengkritik laporan pemerintah yang dinilai tidak sesuai kondisi lapangan, menyoroti sekolah terdampak bencana di Flores dan mempertanyakan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29 Oktober 2026

Perwakilan Istana Merdeka menemui demonstran Universitas Trisakti di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mahasiswa mendesak evaluasi dan pergantian Menteri Kehutanan serta wakilnya terkait penanganan karhutla; staf khusus Mensesneg menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahasiswa Universitas Trisakti mendesak evaluasi dan pergantian Menteri Kehutanan serta Wakil Menteri Kehutanan, pengobatan gratis bagi warga terdampak asap, dan pemeriksaan kondisi penanganan bencana serta kelangkaan BBM.
  • Who?
    Massa aksi Universitas Trisakti menyampaikan tuntutan kepada Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Binbin Tresnadi, yang menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan eksekutif.
  • Where?
    Aksi dan dialog berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, dengan perwakilan Istana Merdeka menemui mahasiswa.
  • When?
    Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Why?
    Mahasiswa menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan perlu dievaluasi dari kebijakan, serta menyoroti dampak asap terhadap kesehatan, kemampuan bekerja, dan kebutuhan masyarakat terdampak.
  • How?
    Mahasiswa menyampaikan tuntutan dalam diskusi dengan Binbin Tresnadi. Saat ditanya mengenai rekomendasi pergantian pejabat, Binbin menjawab “pergantian” dan menyatakan akan menyampaikan aspirasi itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa Trisakti datang ke Patung Kuda di Jakarta. Mereka minta Menteri Kehutanan dan wakilnya diganti karena ada kebakaran hutan. Binbin dari Istana bilang akan menyampaikan permintaan itu. Mahasiswa juga minta orang yang sakit karena asap diobati gratis. Mereka ingin pemerintah melihat keadaan di tempat bencana dengan benar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertemuan ini menunjukkan ruang dialog tetap terbuka ketika mahasiswa membawa tuntutan yang menyentuh akuntabilitas kebijakan, kesehatan warga, dan ketepatan informasi lapangan. Kesediaan staf khusus menerima aspirasi serta menyampaikan rekomendasi pergantian memberi jalur formal bagi suara publik untuk masuk ke perhatian pimpinan eksekutif, sembari menegaskan pentingnya penanganan yang berpijak pada kondisi warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Perwakilan Istana menemui mahasiswa Universitas Trisakti yang menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026).

Staf Khusus (Stafsus) Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Binbin Firman Tresnadi, hadir untuk menerima aspirasi mahasiswa dan berjanji menyampaikannya kepada pimpinan eksekutif.

Tapi massa aksi meminta Binbin tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan sikap terkait tuntutan pencopotan pejabat yang dinilai bertanggung jawab atas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Iya, saya akan sampaikan,” jawab Binbin.

1. Mahasiswa desak Menteri Kehutanan dan wakilnya dievaluasi

Massa demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti (Demo Trisakti) menyanyikan lagu “Tanah Air” dan "Indonesia Pusaka" di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi dan mencopot Menteri Kehutanan serta Wakil Menteri Kehutanan. Mereka menilai penanganan karhutla perlu dievaluasi dari sisi kebijakan, bukan hanya berfokus pada pemadaman api.

“Kita mau minta evaluasi dan copot itu Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan. Kita mau minta evaluasi Satgas PKH tersebut,” kata salah satu mahasiswa.

Mereka mempertanyakan efektivitas Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Mereka menyebut kebakaran masih terjadi meskipun pemerintah telah menyita uang hingga belasan triliun rupiah.

“Berarti Bapak harus menyampaikan rekomendasi untuk?” tanya mahasiswa.

“Pergantian,” jawab Binbin.

2. Minta pengobatan masyarakat terdampak asap digratiskan

Massa demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti (Demo Trisakti) mulai berdatangan ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Mahasiswa juga menyampaikan terkait dampak karhutla terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat. Mereka meminta pemerintah menggratiskan pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Berdasarkan laporan dari teman paguyuban mahasiswa, masyarakat di sana tidak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan.

“Kita mau minta juga aspek kesehatan. Kita mau minta masyarakat di sana digratiskan pengobatannya,” ujar mahasiswa.

Menurut mereka, dampak bencana tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Masyarakat yang kehilangan kemampuan bekerja akibat asap juga perlu mendapat perhatian, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

3. Mahasiswa pertanyakan fakta penanganan bencana di lapangan

Massa demonstrasi mahasiswa Universitas Trisakti (Demo Trisakti) mulai berdatangan ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

Mahasiswa turut mengkritik laporan pemerintah mengenai kondisi wilayah terdampak bencana. Mereka menilai kondisi di lapangan perlu diperiksa secara langsung agar kebijakan dan laporan pemerintah sesuai dengan kenyataan.

Mereka mencontohkan kondisi sekolah di Flores yang menurut pengalamannya masih menggunakan tenda setelah terdampak bencana. Hal itu berbeda dengan apa yang dilaporkan pemerintah bahwa sekolah di sana sudah berjalan dengan baik.

“Kami di sana Pak. Faktanya enggak? Enggak ada. Kami udah muak dibohong-bohongin,” ujar mahasiswa.

Mahasiswa juga mempertanyakan kelangkaan BBM yang disebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Flores, Aceh, Medan, dan Papua. Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan yang didukung kajian mengenai penyebab persoalan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article