Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto berulang kali menyinggung adanya 'antek asing' sebagai pihak ketiga untuk menggoyahkan stabilitas nasional, termasuk dengan menghasut demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus 2025.
Para akademisi dan aktivis menganggap retorika Presiden Prabowo Subianto terkait 'antek asing' sebagai upaya mendelegitimasi kritik terhadap kebijakannya. Namun, masih belum jelas apakah publik Indonesia setuju dengan tuduhan Presiden Prabowo tentang campur tangan asing.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam survei yang digelar pada 3-5 April 2026 menemukan 47,4 persen responden tidak setuju dengan tuduhan Presiden Prabowo tentang campur tangan asing, 39,5 persen setuju, dan 13,2 persen tidak yakin atau memilih tidak menjawab.
Survei ini mencakup 1.216 responden dari pemilih Indonesia yang memenuhi syarat, dan memiliki telepon rumah atau telepon seluler. Survei tersebut memiliki margin kesalahan ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
