Aksi demo menuntut reformasi jilid II digelar di depan kantor DPRD Kota Solo, Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Larasati Rey)
Prasetyo mengatakan pemerintah menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa, termasuk tuntutan agar pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu tertentu.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah bekerja keras mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
"Ya, tentunya kami menerima apa namanya, aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah, dan beberapa hari ini ya saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan ekonomi bukan perkara yang dapat diselesaikan secara instan karena dipengaruhi banyak faktor, baik domestik maupun global.
"Dan itu memang tentu tidak mudah, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, tapi sekali lagi kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan ini," ujarnya.
Prasetyo juga menanggapi tenggat waktu 18 hari yang diberikan BEM SI Jawa Tengah kepada pemerintah. Menurutnya, tidak semua persoalan dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang ditetapkan.
"Ya kan, mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan tidak, tidak, tidak semuanya bisa, bisa seperti itu. Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah, semangatnya itu lho. Semangatnya untuk kita sama-sama bekerja keras terutama di sektor ekonomi ya," katanya.