Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
TAUD Ungkap Daftar 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Wajah 16 pelaku lapangan dalam operasi upaya pembunuhan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (IDN Times/Santi Dewi)
  • TAUD mengungkap 16 pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus berdasarkan analisis rekaman CCTV, dengan dua di antaranya teridentifikasi sebagai perwira TNI AL.
  • Peneliti independen Ravio Patra menegaskan timnya bekerja secara mandiri dan belum menemukan kecocokan wajah Kapten Mar Nandala Dwi Prasetia dalam rekaman CCTV yang diteliti.
  • Dari 16 pelaku lapangan, hanya dua yang berhasil diidentifikasi namanya, sementara sisanya diberi label fisik seperti 'Abang GoJek' atau 'Helm Kuning' untuk memudahkan proses investigasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
12 Maret 2026

Aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras pada malam hari setelah beraktivitas sejak pagi. Rekaman CCTV dari hari ini menjadi dasar analisa tim investigasi independen.

7 April 2026

Empat tersangka dan barang bukti, termasuk motor yang digunakan dalam penyerangan, diserahkan ke Oditurat Militer. Nama Kapten Mar Nandala Dwi Prasetia muncul dalam dokumen penyerahan tersebut.

10 April 2026

Ravio Patra menjelaskan hasil investigasi independen melalui kanal YouTube Sahabat ICW. Ia memaparkan identifikasi 16 pelaku lapangan, termasuk dua perwira TNI AL yang terlibat.

kini

TAUD menegaskan masih ada 16 pelaku lapangan yang belum diproses hukum dan terus melanjutkan upaya identifikasi terhadap para pelaku lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap daftar 16 pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV yang diteliti secara independen.
  • Who?
    Pelaku terdiri dari dua anggota TNI bernama Budhi Hariyanto Widhi Cahyono dan Muhammad Akbar Kuddus, serta 14 individu lain yang sebagian merupakan warga sipil dan belum teridentifikasi sepenuhnya.
  • Where?
    Kejadian penyiraman terjadi di Jakarta, sementara proses investigasi dilakukan oleh tim independen TAUD dengan meneliti rekaman CCTV dari berbagai lokasi sekitar tempat kejadian.
  • When?
    Penyiraman terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Pengungkapan daftar pelaku oleh TAUD disampaikan pada Sabtu, 10 April 2026.
  • Why?
    Motif penyiraman terhadap Andrie Yunus hingga saat ini masih belum diketahui. Tim investigasi menyatakan tujuannya adalah membantu melengkapi proses hukum yang sedang berjalan.
  • How?
    Identifikasi dilakukan melalui analisis kronologi terbalik dari rekaman CCTV, pencocokan wajah dengan foto publik di media sosial, serta penggunaan alat khusus untuk memastikan kesesuaian identitas pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang namanya Andrie disiram air keras sama banyak orang. Ada tim namanya TAUD yang cari tahu siapa pelakunya. Mereka lihat kamera CCTV dan temukan 16 orang. Dua orang katanya dari tentara laut, namanya Budhi dan Akbar. Sekarang tim itu masih cari wajah yang lain karena belum semua ketemu jelas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya TAUD dan tim investigasi independen dalam menelusuri rekaman CCTV menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas. Dengan metode analisis yang hati-hati serta keterlibatan peneliti independen, proses ini memperlihatkan kerja kolaboratif antara masyarakat sipil dan aparat hukum untuk memperjelas fakta secara objektif tanpa mengganggu jalannya proses hukum resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap untuk kali pertama 16 wajah pelaku lapangan yang menyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Wajah-wajah itu diperoleh dari hasil analisa terhadap rekaman CCTV yang diteliti selama beberapa hari.

TAUD memiliki tim investigasi independen yang menganalisa rekaman CCTV. Salah satunya, peneliti independen Ravio Patra.

Ia bukan menjadi bagian dari TAUD. Namun, mengenal baik Andrie.

"Tim investigasi independen ini tidak sedang berusaha menggantikan proses hukum. Kami malah mencoba melengkapi upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Tim investigasi independen tidak dibayar oleh TAUD," ujar peneliti independen, Ravio Patra seperti dikutip dari YouTube Sahabat ICW pada Sabtu (10/4/2026).

Ia menilai dengan tidak tergabung di dalam TAUD bisa memberikan penilaian independen terhadap temuan CCTV sehingga hasilnya bisa dipertanggung jawabkan. Ravio menggunakan metode kronologi terbalik dengan cara memutar ulang CCTV dimulai dari aktivitas Andrie pada Kamis pagi (12/3/2026) hingga ia disiram air keras pada malam harinya.

Dari 16 pelaku lapangan, dua di antaranya terkonfirmasi berasal dari unsur militer. Mereka adalah Budhi Hariyanto Widhi Cahyono. Foto-foto Budhi, didapat oleh tim investigasi dari foto CCTV yang sudah ditunjukkan oleh kepolisian. Kemudian dicocokkan dengan alat khusus.

"Kami menyebut ini OTK (Orang Tak Dikenal) 1 sebagai pengendara. Temuan kami identik dengan yang diungkap oleh kepolisian. OTK 1 adalah seorang perwira militer dari TNI Angkatan Laut (AL) dengan nama Budhi Hariyanto Widhi Cahyono," katanya.

Ia mencatat ada hal yang simpang siur beredar di publik soal inisial Budhi. Kepolisian menyebut Budhi dengan inisial BHC. Sedangkan, Polisi Militer menyebut BHW.

"Yang benar adalah BHWC," tutur dia.

Ravio mengatakan wajah BHWC dengan mudah bisa diidentifikasi lantaran ia tak mengenakan penutup wajah.

1. TAUD berhasil identifikasi wajah prajurit TNI yang kedua

Prajurit TNI Muhammad Akbar Kudus yang diduga menjadi eksekutor lapangan dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (Tangkapan layar YouTube Sahabat ICW)

Prajurit kedua TNI yang berhasil diidentifikasi oleh TAUD yakni sosok yang disebut dengan Serda ES. Tetapi, di dalam penelusuran TAUD, sosok tersebut lebih mendekati dengan inisial MAK atau Muhammad Akbar Kuddus. Tim investigasi kemudian mencocokkan foto yang terekam di kamera CCTV dengan sejumlah foto yang ada di dunia maya. Hasilnya foto-foto itu mirip.

"Muhammad Akbar Kuddus juga merupakan seorang perwira TNI. Foto-fotonya kami kumpulkan dari sumber terbuka di media sosial," tutur dia.

Sementara, temuan OTK (Orang Tak Dikenal) 3 hingga 16 belum berhasil diidentifikasi sepenuhnya oleh TAUD. Untuk mempermudah identifikasi, tim investigasi independen TAUD melabeli mereka dengan identifikasi fisik yang terlihat dari CCTV, seperti cepak otot, abang GoJek hingga kumis bleki.

"Kami kasih julukan abang GoJek karena saat di momen eksekusi dia mengenakan atribut ojek daring," katanya.

Ravio menggarisbawahi 14 individu lainnya yang sudah teridentifikasi tidak pernah disebut oleh pihak kepolisian. Sebab, kepolisian hanya menyebut dua inisial saja.

Ia juga menyebut dari belasan pelaku lapangan, sebagian merupakan warga sipil. Salah satu indikatornya yakni sejumlah motor untuk beraksi telah ditelusuri dan merupakan warga sipil.

2. TAUD belum menemukan kecocokan wajah di CCTV atas nama Nandala Dwi Prasetia

Dua barang bukti sepeda motor yang ikut dilimpahkan ke Oditurat Militer Tinggi II Jakarta untuk kasus Andrie Yunus (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika IDN Times mengontak Ravio Patra apakah dari penelusurannya ditemukan wajah atas nama Kapten Mar Nandala Dwi Prasetia, ia mengaku belum menemukan kecocokan tersebut. Ravio langsung memeriksa di tangkapan layar CCTV untuk mencari sosok Nandala.

Nama Nandala muncul ketika dilakukan penyerahan empat tersangka dan barang bukti ke Oditurat Militer pada Selasa (7/4/2026). Pada bagian barang bukti motor, tertulis Nandala bersama tiga pelaku lainnya melakukan penganiayaan terhadap Andrie Yunus.

"Segera setelah nama NDP ini dikeluarkan, kami sudah menelusuri nama tersebut. Namun, sejauh ini dengan bukti-bukti yang ada, kami mencatat ada beberapa foto yang sulit mendapatkan angle dengan wajah secara keseluruhan," kata Ravio hari ini.

"Jadi, sejauh ini, kami belum menemukan kecocokan. Karena bisa jadi dia benar pelaku. Entah yang mengenakan helm, karena OTK ke-16 terus mengenakan helm. Jadi, wajahnya gak pernah kami lihat," tutur dia.

Namun, Ravio telah memeriksa foto Nandala yang tersebar di dunia maya. Dalam temuannya wajah Nandala di media sosial tidak sama dengan belasan OTK yang wajahnya terlihat di CCTV.

3. Daftar pelaku lapangan dan perannya di lapangan

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)

TAUD kemudian memaparkan ke-16 pelaku lapangan yang teridentifikasi lewat CCTV. Tetapi, baru dua dari 16 pelaku lapangan yang berhasil teridentifikasi namanya. Sisa individu lainnya dinamakan sesuai dengan identifikasi fisik yang terlihat di kamera CCTV:

Berikut adalah daftar pelaku lapangan yang berhasil diidentifikasi oleh TAUD:

1. OTK-1: Budhi Hariyanto Widhi Cahyono [perwira TNI AL] (mengemudikan sepeda motor)

2. OTK-2: Muhammad Akbar Kuddus [perwira TNI AL] (eksekutor penyiram air keras)

3. OTK-3: Abang GoJek (pemindai)

4. OTK-4: Kumis Bleki yang mengenakan pakaian serba hitam dan kumis bleki (pemindai)

5. OTK-5: Buncit oranye (pengawalan)

6. OTK-6: Yangkee Brewok (pengintaian)

7. OTK-7: Flanel pitak (pengintaian)

8. OTK-8: Hoodie Abu-abu (pengintaian dan sempat memberikan kode Andrie Yunus sudah keluar dari YLBHI)

9. OTK-9: Parasut dongker (pengintaian)

10. OTK-10: Cepak otot (pengintaian)

11. OTK-11: Celana cingkrang (pemetaan yang mengambil gambar atau video)

12. OTK-12: Botak polo (koordinator lapangan)

13. OTK-13: Rompi krem (pemetaan. Tak bisa diidentifikasi karena kerap menggunakan helm dan masker)

14. OTK-14: Hitam Khaki (pengintaian)

15. OTK-15: Jaket biru (pengintaian)

16. OTK-16: Helm Kuning (pengintaian)

Ravio meragukan temuan yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan POM TNI. Sebab, sejak awal tidak pernah diungkap ke publik identitas lengkap dan wajah para pelaku di lapangan. Sehingga, TAUD berkesimpulan masih ada 16 pelaku yang belum diproses hukum.

Editorial Team