Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap untuk kali pertama 16 wajah pelaku lapangan yang menyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Wajah-wajah itu diperoleh dari hasil analisa terhadap rekaman CCTV yang diteliti selama beberapa hari.
TAUD memiliki tim investigasi independen yang menganalisa rekaman CCTV. Salah satunya, peneliti independen Ravio Patra.
Ia bukan menjadi bagian dari TAUD. Namun, mengenal baik Andrie.
"Tim investigasi independen ini tidak sedang berusaha menggantikan proses hukum. Kami malah mencoba melengkapi upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Tim investigasi independen tidak dibayar oleh TAUD," ujar peneliti independen, Ravio Patra seperti dikutip dari YouTube Sahabat ICW pada Sabtu (10/4/2026).
Ia menilai dengan tidak tergabung di dalam TAUD bisa memberikan penilaian independen terhadap temuan CCTV sehingga hasilnya bisa dipertanggung jawabkan. Ravio menggunakan metode kronologi terbalik dengan cara memutar ulang CCTV dimulai dari aktivitas Andrie pada Kamis pagi (12/3/2026) hingga ia disiram air keras pada malam harinya.
Dari 16 pelaku lapangan, dua di antaranya terkonfirmasi berasal dari unsur militer. Mereka adalah Budhi Hariyanto Widhi Cahyono. Foto-foto Budhi, didapat oleh tim investigasi dari foto CCTV yang sudah ditunjukkan oleh kepolisian. Kemudian dicocokkan dengan alat khusus.
"Kami menyebut ini OTK (Orang Tak Dikenal) 1 sebagai pengendara. Temuan kami identik dengan yang diungkap oleh kepolisian. OTK 1 adalah seorang perwira militer dari TNI Angkatan Laut (AL) dengan nama Budhi Hariyanto Widhi Cahyono," katanya.
Ia mencatat ada hal yang simpang siur beredar di publik soal inisial Budhi. Kepolisian menyebut Budhi dengan inisial BHC. Sedangkan, Polisi Militer menyebut BHW.
"Yang benar adalah BHWC," tutur dia.
Ravio mengatakan wajah BHWC dengan mudah bisa diidentifikasi lantaran ia tak mengenakan penutup wajah.
