Mensos Minta Sekolah Rakyat Gelar Open House Libatkan Influencer

- Gus Ipul meminta Sekolah Rakyat menyiapkan open house menjelang peringatan satu tahun penyelenggaraan pada Juli 2026 yang bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
- Kegiatan open house akan melibatkan masyarakat, media, tokoh daerah, hingga influencer agar publik dapat melihat langsung perkembangan dan dampak nyata program Sekolah Rakyat.
- Sejumlah daerah seperti Takalar, Tuel, Bireuen, dan Natuna melaporkan progres pembangunan 93 titik Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan selesai Juni 2026.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta seluruh Sekolah Rakyat menyiapkan kegiatan open house yang melibatkan masyarakat, media, hingga influencer menjelang peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat pada Juli 2026.
Momentum tersebut akan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru.
Table of Content
1. Peringatan satu tahun sekolah rakyat menjadi ruang pembuktian

Saat menghadiri rapat koordinasi bersama kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, Gus Ipul mengatakan, peringatan satu tahun Sekolah Rakyat tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial.
Dia mengatakan, momen tersebut harus menjadi ruang pembuktian bahwa Sekolah Rakyat mampu menjawab persoalan kemiskinan melalui pendidikan.
“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni, ini pembuktian bahwa program ini nyata, berdampak, dan menjawab akar persoalan kemiskinan,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos, Minggu (31/5/2026).
2. Sekolah diminta gelar open house yang melibatkan influencer dan media

Nantinya, Sekolah Rakyat diminta menyiapkan kegiatan open house yang melibatkan masyarakat, tokoh daerah, tokoh nasional, media, hingga influencer.
Menurut Gus Ipul, publik perlu melihat langsung perkembangan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
“Narasi Sekolah Rakyat harus tumbuh dari banyak suara, bukan hanya dari Kemensos,” kata dia.
3. Sejumlah daerah laporkan progres pembangunan sekolah permanen

Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Wilayah Takalar, Tuel, Bireuen, hingga Natuna disebut terus menunjukkan progres pembangunan serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat.
Saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan selesai pada Juni 2026 dan mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli mendatang.


















