Imbas KLB, Kubu Moeldoko Sebut AHY Pecat 200 Ketua DPC Partai Demokrat

Benarkah tudingan kubu Moeldoko? Apa kata kubu AHY?

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Jhonny Allen Marbun menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah memecat 200 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) imbas KLB Deli Serdang, Sumatra Utara. Hal itu disampaikan Jhonny dalam keterangan persnya di kediaman Moeldoko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021).

"Ini persisnya dari semua kader 200 itu yang ketahuan 200 lebih. Tapi sekarang tambah lagi seperti Maluku Utara," ujar Jhonny.

1. Kubu Moeldoko sebut AHY arogan karena pecat 200 Ketua DPC

Imbas KLB, Kubu Moeldoko Sebut AHY Pecat 200 Ketua DPC Partai DemokratKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Jakarta, Minggu (7/3/2021). Dari hasil rapat tersebut seluruh Ketua DPD Demokrat di 34 Provinsi menolak KLB yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara dan tetap mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Menurut Jhonny, pemecatan para Ketua DPC itu adalah sikap arogansi. Ia mengatakan, dalam sebuah organisasi apabila dilakukan dengan arogansi, maka harus dilawan.

"Yang bisa kita lakukan hubungan kasih sayang, kesetaraan, hubungan persahabatan, hubungan simbiosis mutualisme. Kalau kita semena-mena, apalagi organisasi, lawan. Apalagi hak-hak diambil. Kesetiaan bukan kepada orang, tapi kepada konstitusi," kata dia.

Baca Juga: Kenapa Moeldoko Belum Tampil ke Publik Usai Jadi Ketum KLB Demokrat?

2. Kubu AHY bantah tudingan pecat 200 Ketua DPC Partai Demokrat

Imbas KLB, Kubu Moeldoko Sebut AHY Pecat 200 Ketua DPC Partai DemokratKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal di Jakarta, Jumat (5/3/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Menanggapi pernyataan Jhonny Allen itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra membantah soal pemecatan 200 Ketua DPC tersebut. Menurut dia, pernyataan itu tak berdasar dan tidak ada bukti.

"Sebelum KLB abal-abal, ada beberapa ketua DPC yang memang digeser dari posisinya, tapi jumlahnya sangat kecil. Sekitar 30-an. Mengapa bisa beranak jadi 200 di kubu pelaku GPK-PD? Memang kami mesti banyak maklum menghadapi mantan kader yang frustasi, yang senang menyebar kebohongan," kata Herzaky kepada IDN Times, Kamis (11/3/2021).

3. Polemik kepemimpinan Demokrat, antara AHY dan Moeldoko

Imbas KLB, Kubu Moeldoko Sebut AHY Pecat 200 Ketua DPC Partai DemokratMoledoko bertemu dengan Sri Sultan HB X di Kraton Jogjakarta, Jumat (2/10/2020) (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Perseteruan perebutan kursi pimpinan Partai Demokrat antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko semakin menjadi sorotan publik. Polemik tersebut muncul ketika AHY mulai menyebut ada orang di lingkar Presiden Joko "Jokowi" Widodo yang ingin melakukan kudeta kepemimpinannya di Partai Demokrat.

Nama Moeldoko mulai muncul setelah Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan tersebut. Dalam tudingan-tudingan para kader Partai Demokrat terhadapnya, Moeldoko sempat membantah merencanakan kudeta kepemimpinan AHY.

Kemudian, situasi semakin panas setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara, memutuskan bahwa Moeldoko menjadi ketua umum partai yang digawangi AHY itu. Moeldoko juga sempat menanggapi keterpilihnya dia sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB melalui sambungan telepon.

"Dengan demikain saya menghargai dan menghormati permintaan saudara untuk kita terima menjadi ketua umum,” kata Moeldoko lewat sambungan telepon, Jumat (6/3/2021).

Hal itu pun membuat AHY dan SBY gerah, sehingga mereka membuka suara. Dalam keterangan persnya, AHY menyebut bahwa KLB yang dilakukan di Sumatra Utara itu adalah abal-abal. Sebab, AHY menegaskan bahwa dirinya adalah Ketua Umum Partai Demokrat sah yang dipilih pada Kongres V Partai Demokrat 2020 lalu.

"Saya berdiri disini karena telah mendapatkan mandat dan amanah dari seluruh kader yang memiliki hak suara yang sah, yang telah mereka gunakan dan berikan dalam Kongres V Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020 lalu kongres yang sah, kongres yang demokrasi dan juga telah disahkan oleh negara, oleh pemerintah oleh Kementerian Hukum dan HAM," ujar AHY melalui konferensi pers virtual, Jumat (5/3/2021).

Untuk itu, ia menekankan, Moeldoko adalah Ketua Umum Partai Demokrat abal-abal karena kongres luar biasa (KLB) di Deli Sedang, Sumatra Utara hari ini adalah kegiatan ilegal. Ia juga menilai tindakan Moeldoko menerima keputusan KLB "bodong" tersebut adalah bukti, Moeldoko bermain dalam agenda KLB di Sumut.

"Saya mengatakan bahwa apa yang ia (Moeldoko) sampaikan selama ini ia pungkiri sendiri, melalui kesediaannya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat abal-abal versi KLB ilegal," katanya melalui siaran langsung channel YouTube Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (5/3/2021).

Selain itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengungkapkan kekecewaannya atas adanya KLB di Deli Serdang. Ia juga menyayangkan KLB tersebut yang menobatkan Moeldoko untuk menggantikan AHY.

“Seorang pejabat pemerintahan aktif, berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan, bukan kader Partai Demokrat alias pihak eksternal partai menjadi ketua umum Partai Demokrat, mendongkel dan merebutnya dari ketua umum Partai Demokrat yang sah, yang setahun yang lalu diresmikan oleh negara dan pemerintah,” ujar SBY.

Baca Juga: Begini Nasihat Jimly Asshiddiqie ke AHY Soal Kisruh Partai Demokrat

Topik:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya