Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teddy Pastikan Indonesia Tak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Teddy Indra Wijaya menegaskan Indonesia tidak akan menarik pasukan dari UNIFIL, namun tetap melakukan evaluasi menyeluruh setelah tiga prajurit TNI gugur di Lebanon.
  • PBB melaporkan temuan awal dua sumber serangan berbeda yang menewaskan prajurit Indonesia, sementara pemerintah menuntut investigasi lanjutan yang transparan dan akuntabel.
  • Kementerian Luar Negeri RI menerima laporan awal PBB pada 6 April dan meminta penyelidikan dilanjutkan hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
29 Maret 2026

Terjadi insiden pertama di Lebanon Selatan yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia dalam misi UNIFIL.

30 Maret 2026

Insiden kedua terjadi dan kembali menewaskan prajurit Indonesia di Lebanon Selatan.

6 April 2026

UNDPO menyampaikan hasil investigasi awal kepada pemerintah Indonesia terkait dua insiden pada 29 dan 30 Maret.

8 April 2026

Veronica Vicka Rompis menjelaskan hasil investigasi awal PBB dan menegaskan permintaan agar investigasi dilanjutkan hingga tuntas.

10 April 2026

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan Indonesia tidak akan menarik pasukan dari UNIFIL dan akan melakukan evaluasi menyeluruh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan menarik pasukan TNI dari misi perdamaian UNIFIL di Lebanon, meskipun tiga prajurit gugur akibat dua insiden serangan yang sedang diselidiki oleh PBB.
  • Who?
    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Pelaksana Tugas Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kemlu RI Veronica Vicka Rompis.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta; insiden penyerangan terjadi di wilayah operasi UNIFIL, Lebanon Selatan.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Jumat, 10 April 2026; laporan awal PBB diterima pemerintah Indonesia pada 6 April 2026 terkait insiden 29–30 Maret 2026.
  • Why?
    Indonesia menegaskan komitmen menjaga perdamaian dunia sesuai amanat UUD 1945 dan menilai investigasi PBB perlu dilanjutkan untuk memastikan akuntabilitas atas tewasnya tiga prajurit TNI.
  • How?
    Pemerintah melakukan evaluasi internal dan eksternal terhadap misi perdamaian sambil menunggu hasil investigasi lanjutan PBB mengenai dua sumber serangan yang menyebabkan korban jiwa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga tentara Indonesia meninggal di Lebanon saat jaga perdamaian. Kata Pak Teddy, Indonesia tidak akan pulangin pasukan itu, tapi mau periksa dulu kenapa bisa begitu. Katanya ada tembakan dan bom yang bikin sedih. Sekarang PBB masih cari tahu siapa yang salah, dan Indonesia minta semua diselidiki sampai jelas supaya aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sikap pemerintah Indonesia yang menegaskan komitmen untuk tetap berpartisipasi dalam misi UNIFIL menunjukkan konsistensi terhadap nilai perdamaian dan amanat konstitusi. Di tengah situasi sulit, langkah evaluasi menyeluruh serta desakan atas investigasi transparan mencerminkan tanggung jawab dan kehati-hatian negara dalam melindungi prajurit sekaligus menjaga peran aktifnya di kancah internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memastikan Indonesia tidak akan menarik pasukan perdamaian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Meski demikian, Indonesia tetap akan melakukan evaluasi usai tiga pasukan TNI tewas.

"Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar. Dan saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

1. Indonesia ingin hapuskan penjajahan dunia

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Teddy menegaskan, Indonesia ingin menghapus penjajahan di dunia. Hal itu juga tertuang pada Undang-Undang Dasar 1945.

"Saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan, bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat. Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada," ucap dia.

2. PBB laporkan temuan awal PBB

Jenazah Kopda anumerta Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tiba di lokasi rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon, Progo, Sabtu (4/4/2026) malam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Temuan awal PBB mengindikasikan dua sumber serangan berbeda yang menyebabkan korban jiwa. Satu insiden diduga melibatkan tembakan tank militer Israel, sementara insiden lainnya dipicu oleh alat peledak improvisasi (IED) yang diduga dipasang oleh Hizbullah.

Pemerintah Indonesia menilai temuan awal ini belum cukup dan menekankan pentingnya investigasi lanjutan yang transparan serta akuntabel. Selain itu, Indonesia juga menyoroti meningkatnya risiko bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah eskalasi konflik di Lebanon Selatan.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia menegaskan, keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikompromikan oleh pihak mana pun.

3. Respons Indonesia tas temuan awal PBB

Plt Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam jumpa pers Kemlu RI, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Pelaksana Tugas Direktur Keamanan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Rompis, mengatakan PBB melalui United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah menyampaikan hasil investigasi awal kepada pemerintah Indonesia pada 6 April.

"Memang betul pada tanggal 6 April, United Nations Department of Peace Operation atau UNDPO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding mengenai insiden tanggal 29 dan tanggal 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di UNDPO,” ujar Vicka dalam pembaruan pers di kantor Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia telah mencatat hasil tersebut, namun meminta agar investigasi dilanjutkan secara menyeluruh hingga tuntas. Menurutnya, proses awal ini belum dapat menjadi dasar kesimpulan akhir.

“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh,” lanjutnya.

Editorial Team