Jakarta, IDN Times - Pemerintah mengumumkan stimulus ekonomi yang akan digelontorkan di periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Stimulus yang diberikan berupa diskon tiket moda transportasi, bantuan sosial (bansos), hingga imbauan mekanisme kerja dari mana saja alias work from anywhere (WFA).
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan, pemerintah menyiapkan dana Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon periode mudik libur Lebaran. Dana tersebut berasal dari APBN dan dukungan non-APBN.
"Diskon tarif transportasi dengan total estimasi anggaran sebesar Rp911,16 miliar dari APBN dan dukungan non-APBN," ujar Teddy dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Berikut enam kebijakan pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi periode Ramadan dan Idul Fitri:
1. Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen, periode 14–29 Maret 2026, target 1,2 juta penumpang.
2. Diskon angkutan laut sebesar 30 persen, periode 11 Maret–5 April 2026, target 445 ribu penumpang.
3. Diskon angkutan penyeberangan sebesar 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan, periode 12–31 Maret 2026, target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
4. Diskon angkutan udara sebesar 17–18 persen untuk kelas ekonomi perjalanan domestik, periode 14–29 Maret 2026, target 3,3 juta penumpang.
5. Work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yaitu pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
6. Penyaluran bantuan pangan untuk memperkuat daya beli masyarakat, berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan. Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1–4, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
