Prabowo Kenalkan Susanah Pengupas Bawang Terima Upah Rp700 Ribu per Kilo

- Presiden Prabowo memperkenalkan Susanah, buruh pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, sebagai penerima PKH dan bantuan sembako yang mendukung pendidikan anak-anaknya.
- Prabowo juga mengenalkan Margarelitha Rohi dari Kupang, pedagang sekaligus perawat tantenya, yang keluarganya ditopang bantuan sosial ATENSI.
- Dalam sidang tahunan, delapan penerima program pemerintah dihadirkan, termasuk petani Joko Puro, siswi penerima MBG Kristiani Beno, dan Muhammad Rizky Pratama penerima Sekolah Rakyat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengenalkan salah satu penerima bantuan dari pemerintah yaitu program Keluarga Harapan (PKH) bernama Susanah, dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI.
Prabowo mengenalkan Susanah kepada ratusan anggota Dewan di Parlemen sebagai pekerja pengupas bawang yang disebut mendapatkan upah sebesar Rp700 ribu per kilogram.
"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pada kesempatan itu, Kepala Negara turut mengenalkan sosok Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil, ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang sudah berusia 80 tahun. Bantuan sosial ATENSI menjadi penopang keluarganya," kata dia.
Dalam sidang tahunan kali ini, Prabowo menghadirkan delapan penerima program pemerintah dari berbagai daerah. Selain Susanah dan Margarelitha ada petani bernama Joko Puro dari Ngawi, Jawa Timur, yang produksi pertaniannya bisa meningkat karena program bantuan pemerintah.
Ada juga Kristiani Beno, seorang siswi kelas 6 sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan, sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga ada juga Muhammad Rizky Pratama, seorang anak usia 12 tahun dari Medan, Sumatra Utara, yang sebelumnya putus sekolah karena harus membantu berdagang, kini bisa bersekolah berkat Program Sekolah Rakyat.



















