Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar
Pelajar mengikuti sesi pelatihan dalam rangkaian EduMind Wellbeing & AI Camp di Makassar. Melalui program ini, Telkom mendorong peserta untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI secara kreatif dan produktif, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesejahteraan emosional dalam menghadapi dinamika dunia digital. (dok. Telkom)
  • Telkom menggelar EduMind Wellbeing & AI Camp di Makassar, melibatkan 300 siswa dan 50 guru dari 10 SMA serta SMK sebagai awal program BISA Vokasi.
  • Program ini membekali siswa memakai AI secara bijak, kreatif, dan produktif, sementara guru diperkenalkan fitur EduMind untuk memantau kesejahteraan psikologis siswa.
  • Inisiatif TJSL Telkom memperkuat literasi digital dan lingkungan belajar adaptif, sekaligus mendukung SDGs Pendidikan Berkualitas melalui kolaborasi dengan sekolah dan pemangku kepentingan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Telkom menyelenggarakan EduMind Wellbeing & AI Camp sebagai bagian program BISA PandAI dan BISA Vokasi, dengan fokus literasi kecerdasan buatan serta kesejahteraan emosional dan mental pelajar.
  • Who?
    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melibatkan 350 peserta: 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK. Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto turut menyampaikan komitmen program.
  • Where?
    Program awal EduMind Wellbeing & AI Camp dilaksanakan di Kota Makassar.
  • When?
    Waktu pelaksanaan kegiatan di Makassar per saat ini belum diketahui. Data Kementerian Komunikasi dan Digital RI menyebut adopsi AI di Indonesia pada 2026 mencapai 92 persen.
  • Why?
    Program digelar untuk merespons perkembangan dan pemanfaatan AI di pendidikan digital, memperkuat literasi teknologi, serta memberi perhatian pada kesehatan mental pelajar di tengah arus informasi digital.
  • How?
    Guru diperkenalkan pada platform EduMind dengan weekly mood check-in, pemantauan wellbeing berbantuan AI, dan sistem pelaporan. Siswa mendapat pembekalan serta ruang eksplorasi penggunaan AI secara bijak, kreatif, dan produktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Sebagai bagian dari upaya mewujudkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan BISA PandAI dengan program BISA Vokasi yang berfokus dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Implementasi inisiatif ini diawali di Kota Makassar melalui penyelenggaraan EduMind Wellbeing & AI Camp yang melibatkan 350 peserta, terdiri atas 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK. 

Kehadiran EduMind Wellbeing & AI Camp merupakan respons Telkom terhadap semakin pesatnya perkembangan dan pemanfaatan teknologi AI di Indonesia, termasuk perannya pada pendidikan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia pada 2026 telah mencapai 92 persen. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi yang diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan emosional dan mental pelajar di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan digital. 

1. Penggunaan AI yang bertanggung jawab

ilustrasi bekerja menggunakan AI (pexels.com/Matheus Bertelli)

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan, Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom sebagai perusahaan digital berkomitmen mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. 

“Kami percaya bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mental para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. Telkom akan terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan siap menghadapi masa depan.” 

Melalui program ini, Telkom tidak hanya mendorong kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI, tetapi juga memperkenalkan pendekatan yang menempatkan wellbeing sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital. Para guru diperkenalkan pada platform EduMind yang dilengkapi fitur weekly mood check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, dan reporting system untuk membantu sekolah memantau kondisi psikologis siswa secara berkelanjutan. Di sisi lain, para siswa mendapatkan pembekalan dan ruang eksplorasi untuk memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan produktif dalam mendukung proses pembelajaran.

2. Sejalan dengan prinsip SDGs

Pelajar mengikuti sesi pelatihan dalam rangkaian EduMind Wellbeing & AI Camp di Makassar. Melalui program ini, Telkom mendorong peserta untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI secara kreatif dan produktif, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesejahteraan emosional dalam menghadapi dinamika dunia digital. (dok. Telkom)

Pelaksanaan EduMind Wellbeing & AI Camp juga menjadi bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan peran strategis sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, Telkom turut andil dalam memperkuat literasi digital sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang mampu merespons perkembangan teknologi secara adaptif dan bertanggung jawab. 

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan kontribusi Telkom terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar 4 terkait Pendidikan Berkualitas. Pendekatan yang mengintegrasikan teknologi dan wellbeing diharapkan dapat mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih positif sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan untuk beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis. 

3. Memberi dampak nyata

Gedung Telkom. (dok. Telkom)

Melalui inisiatif ini, Telkom terus berkomitmen dalam memperkuat kontribusinya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Sejalan dengan semangat Bersama Telkom Jadi Bisa, Telkom meyakini kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang unggul secara digital, tangguh secara mental, dan adaptif dalam menyongsong masa depan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article